Selamat membaca.
.
.
.
.
Jika semesta ini luas. Lalu, bisakah aku meminta pada mu, tuhan? untuk tidak pernah dipertemukan dengan nya.
Coretanbutterfly.
"Kamu bandel banget sih Ay, Di bilang jangan sekolah, jangan sekolah tetep aja sekolah. Susah amat sih di bilangin? Ngelawan Mulu," Caca hanya bisa mengangguk menanggapi ocehan Raffi yang tidak ada ujungnya.
"Aku bosen Raf, aku nggak suka di rumah," balas Caca sembari menatap Raffi dengan senyuman manisnya.
"Udah ah, jangan marah Mulu. Nanti aku berpaling sama yang lain, emang mau?" Refleks kepala Raffi menggeleng, Caca tertawa ia melihat Raffi seperti anak kecil yang di ancam oleh bundanya.
"Gemes banget sih, pacar acuu," goda Caca mencubit kedua pipi Raffi, gemas.
Raffi pun membalas, ia juga mencubit gemas pipi Caca, "kamu juga nggak kalah gemesin," balas Raffi, keduanya pun tertawa.
"Raffi?" Panggil seseorang menghentikan tawa Keduanya, Raffi menoleh membalas senyuman orang itu sementara Caca menatapnya tidak suka. "Jangan deket-deket, aku nggak suka," bisik Caca lirih.
"Ga boleh gitu, sayang. Aku nggak suka," balas Raffi lembut, ia mengelus-elus punggung tangan Caca, membuat gadis yang ada di hadapannya mengeram marah, dia Mita orang yang memanggil Raffi barusan.
Caca menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah Mita marah padam, seperti nya dia cemburu. "Sayang, aku lapar. Suapi ya?" Pinta Caca manja.
"Aku pesankan makan dulu ya? Sebentar," pergerakan Raffi terhenti, saat lengan Caca menggenggam nya.
"Yang itu aja," Caca menunjuk ke arah nasi goreng yang Raffi bawa. "Kamu yang buat kan?" Seketika Raffi terkekeh, bisa-bisa nya ia lupa padahal tadi pagi ia niat banget buat nasi goreng karena ia tau Caca pasti tidak sekolah, jadi ia berniat untuk makan di kelas.
"Ini pasti asin, sayang. Kasian perut kamu," ungkap Raffi, Caca menggeleng kecil sembari tersenyum, "enggak apa-apa, aku makan apapun," balasnya.
"Ta—"
"Sayang—" rengek Caca membuat Raffi tidak tega melihat nya, "ya udah, tapi kalau asin banget jangan di makan ya? Aku masih belajar," Caca mengangguk, "siap! Tapi kamu ngapain belajar masak? Mau jadi chef?"
Kepalanya mengangguk, "iya. Aku mau jadi chef andalan buat seorang Caca Aeyza Allqiya suatu saat nanti, jadi kalau besok kita nikah, kamu nggak perlu capek-capek masak, biar aku yang akan masak buat kamu," tidak bisa, Caca tidak bisa kalau tidak baper, kenapa Raffi manis sekali ya Robbi?!
Disisi lain Mita di buat kebakaran jenggot oleh tingkah manis Raffi, ia mengeram marah melihat senyum kemenangan dari Caca. "Lo liat pembalasan gua, Ca." Mita membatin.
Tatapan Raffi beralih pada Cincin yang ia berikan dulu, ia usap jari manis Caca yang terdapat cincin, "Cincin di pake terus ya? Jangan pernah di lepas. aku janji suatu saat nanti akan aku ganti cincin itu dengan cincin nikah kita nanti," Caca mengangguk pasti, ia akan selalu menjaga cincin ini, sampai mati pun Caca akan selalu melindungi tanda cinta Raffi. Caca janji itu.
"Caca janji akan selalu menjaga cincin ini, seperti Caca menjaga hati Caca buat sahabat kecil Caca," kali ini Raffi yang memerah, jantungnya pun berdegup kencang, Raffi salting mendengar ucapan Caca.
Bukan hanya wajah Caca dan Raffi saja yang memerah, akan tetapi wajah Mita juga memerah. Wajah Mita memerah bukan karena malu, melainkan karena menahan sesuatu yang ada di dalam dirinya agar tidak meluap, entah sejak kapan Mita meremas kuat gelas beling yang ada di tangannya sehingga
KAMU SEDANG MEMBACA
CACA GAPAPA [END]
Teen Fiction"Mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kalian itu, seperti halnya aku berharap ada bintang yang jatuh, pada siang hari." Caca Aeyza allqiya. -selesai di revisi Kamis 05-05-2022 Warning! Plagiat dilarang mendekat. Ini murni h...
![CACA GAPAPA [END]](https://img.wattpad.com/cover/265651001-64-k768565.jpg)