Chapter 14

15K 595 0
                                        

Happy Reading

Follow Ig: @alvnnqzlxsr_
                   @alvinna_qz.sar
                    @alq_sarlasar
Tiktok: @alv_sar

Orang bilang cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya,tidak ada tempat paling tinggi dan nyaman selain pundak ayah.

-Sar

~~SARLA~~

BRAKKK!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BRAKKK!!!

"AKKRRGGG p-papa sa-sakit"lirih Gara sambil mengusap bokongnya. dengan teganya Rey menendang kursi yang di duduki Gara sehingga Gara jatuh terduduk dengan bokong yang mencium lantai.

Rey hanya acuh dan kembali menatap Sarla ia menyerit ketika melihat pipi Sarla memerah seperti bekas tamparan?, kenapa ia baru menyadarinya Sekarang, padahal itu terlihat sangat jelas pada pipi putih Sarla.

Rey bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Sarla setelahnya ia berjongkok di depan Sarla yang membuat semua yang ada di sana membelalakkan matanya.

Sarla hanya mengerjap polos ketika tangan Rey menyentuh pipinya dan mengelus nya lembut.

"Pipi Sarla kenapa merah hm?siapa yang nampar?"tanya Rey lembut sambil terus mengusap pipi Sarla yang merah.

Sarla menatap Rey berkaca-kaca, entah mengapa ia tiba tiba teringat dengan ayahnya, seharusnya yang ada di posisi Rey Sekarang adalah ayahnya, ia ingin ayahnya yang mengusap pipinya ketika basah karena air mata, memeluknya hangat, mengusap kepalanya kala ia akan tertidur.

Sarla langsung menangis sesenggukan, bibirnya bergetar mengeluarkan isakan isakan kecil.

Rey yang melihatnya segera memeluk hangat Sarla yang langsung di balas erat oleh Sarla.

"Sarla kenapa hm?"

"Anak papa kenapa nangis?"

Sarla malah makin kencang menangis nya ketika mendengar kata kata Rey, Ia rindu ayahnya, ia ingin di peluk oleh ayahnya.

"S-sarla pe-pengen a-yah"ucap Sarla sesenggukan memeluk erat Rey dan menyembunyikan wajahnya di dada Rey.

Alvano, Kenzo, Bara dan Vellysya mematung mendengar perkataan Sarla.

Rey hanya mengelus punggung dan rambut Sarla lembut.

"Sarla"panggil Rey begitu lembut seperti seorang ayah yang sedang berbicara dengan putri nya sendiri.

SARLA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang