Happy reading
Follow Ig:
@alvnnqzlxsr_
@alvinna_qz.sar
@alq_sarlasar
Follow tiktok
@alv_Sar
*~*~*~*~*
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia…
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok 'kan masih ada…
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
~~SARLA~~
Gara duduk ditepi danau, menatap kosong danau didepannya, pikirannya berkelana kemana mana, memikirkan banyak hal yang mungkin tak perlu dipikirkan.
"Bang Alva mati?"tanya Gara pada dirinya sendiri.
"Terus siapa lagi yang harus gue percaya?"ucap Gara dengan nada sedikit putus asa.
Gara mendongak kepalanya menatap awan mendung yang siap menumpahkan air nya.
Tes
Gara memejamkan matanya saat merasa sesuatu keluar dari hidungnya.
Gara mengusap darah yang mengalir di hidungnya, bersamaan dengan awan yang mulai menintihkan airnya.
Gara tak beranjak dari duduknya membuat ia mulai basah karena hujan yang mulai deras. ia menatap nanar darah yang ada di tangannya, darah yang berasal dari hidungnya.
"Gue bakal mati"ucap datar Gara terdengar seperti keputus asaan.
Gara mengusap lagi darah yang mengalir di hidungnya hingga darah itu berhenti mengalir, mukanya memerah apalagi pada bagian hidungnya, tangannya berlumuran darah.
Perlahan hujan turun semakin deras membersihkan darah yang ada ditangannya, hujan mengguyurnya deras membawa darah serta luka yang di alami Gara.
Gara masih tak beranjak dari duduknya, tubuhnya sudah basah kuyup, wajahnya pucat, tatapannya kosong.
"Makasih bang"ucap Gara terjeda sejenak, "makasih udah bantuin gue lawan dia, makasih udah beri gue semangat sama motivasi buat jangan nyerah lawan dia. Lo hebat bang, makasih perjuangannya. Dan maaf kali ini kayaknya gue bakal nyerah, thanks untuk selama ini bang"ucap Gara lirih suaranya terpendam dengan suara derasnya air hujan.
Gara mendongakkan kepalanya dengan mata terpejam membiarkan air hujan membasahi wajah tampannya, ia tersenyum tipis.
~~SARLA~~
Sarla membuka matanya perlahan, menatap langit langit atap kamarnya dengan pandangan kosong.
Setelah kejadian di pemakaman, Sarla dibawa ke mansion Smith, dia diobati disana oleh Radit.
Perlahan tangan Sarla terangkat menyentuh pelan rambutnya, seketika matanya berkaca-kaca.
"Abang dokter"lirih Sarla pilu, tangannya mengelus pelan rambutnya, mencoba merasakan kembali usapan Abang dokternya.
Sarla bangkit perlahan dengan menahan sakit di punggungnya, ia duduk di pinggir kasur dengan kaki menjuntai kebawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
SARLA
General Fiction[ Follow sebelum membaca!] [Happy reading ] (Lengkap) ⚠️CERITA HASIL PEMIKIRAN SENDIRI⚠️ ⚠️PLAGIAT HARAP MENJAUH!!, MASIH PUNYA OTAK KAN?! MIKIR LAH GUNANYA OTAK BUAT APA⚠️ ~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~'' Gadis cantik yang harus hidup t...
