[ Follow sebelum membaca!]
[Happy reading ]
(Lengkap)
⚠️CERITA HASIL PEMIKIRAN SENDIRI⚠️
⚠️PLAGIAT HARAP MENJAUH!!, MASIH PUNYA OTAK KAN?! MIKIR LAH GUNANYA OTAK BUAT APA⚠️
~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''
Gadis cantik yang harus hidup t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Turun"ucap Gara setelah memarkirkan motornya di parkiran.
Merasa tak ada pergerakan di belakangnya, Gara menghela nafas lalu turun dari motor terlebih dahulu. Lalu mengangkat Sarla menurunkannya dari motor.
"Jangan suka bengong"ucap Gara membuat Sarla mengerjapkan matanya.
"Kenapa kesini?, Kenapa gak rumah sakit lain aja?"tanya Sarla sembari memainkan lengan sweater nya yang kegedean di tubuhnya.
"Lumayan gratis, ini kan rumah sakit punya Lo"ucap Gara kembali menggunakan kosa kata Lo-Gue.
Sarla menatap Gara sinis, suaminya ini gak jatuh miskin kan? Sampe sampe bayar rumah sakit aja gak bisa.
"Hello Jan kek orang susah deh, uang Lo numpuk, kasian gak kepake"ucap Sarla dengan bibir atas terangkat sebelah.
Gara hanya memutar bola matanya malas lalu segera menyeret tangan kanan Sarla untuk memasuki rumah sakit, takut hilang kalo dibiarin gitu aja.
Sedangkan Sarla hanya diam menurut, matanya menatap sekeliling yang sudah tak asing lagi dimatanya.
Gara berjalan menuju resepsionis, masih dengan tangan yang mengandeng tangan Sarla, ketika sampai di resepsionis Gara melepaskan tangan Sarla dan berbicara kepada resepsionis dengan wajah datar.
Sedangkan Sarla, matanya masih berkeliling mengamati setiap sudut yang ia lihat, hingga sadar tidak sadar kaki Sarla melangkah menjauhi meja resepsionis tanpa sepengetahuan Gara.
Langkah Sarla membawanya ke salah satu pot tanaman yang lumayan besar, tapi bukan itu objek tujuan nya tapi seekor anak kucing yang bersembunyi dibalik pot.
Sarla berjongkok mencoba mendekati anak kucing itu yang terlihat ketakutan dan menjauh darinya.
"Syutt come to me"ucap Sarla dengan berbisik lembut sembari merentangkan kedua tangannya.
Anak kucing itu menatap Sarla takut takut, lalu berjalan pelan mendekati Sarla. Sarla yang melihatnya tersenyum lebar, segera ia mengendong anak kucing itu yang membuat anak kucing itu kaget sehingga menampilkan ekspresi yang lucu.
"Hahaha So cute" tawa Sarla lembut, ia memeluk anak kucing itu lembut lalu bangkit berdiri, berjalan riang menuju salah satu ruangan yang tak lagi asing baginya.
Langkah kaki Sarla berhenti didepan pintu ruangan, raut wajahnya berubah sendu, ia menatap papan nama yang terpasang ditengah tengah pintu berwarna putih itu.