Chapter 39

8.9K 465 17
                                        

Happy reading

Semesta kembali mengambil salah satu pangeran ku

~Sar

~~SARLA~~

"ABANG DOKTERRR"teriak Sarla histeris, matanya mengembur karena air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, dadanya sesak, disana ia melihat Abang dokternya telah terbungkus kain kafan.

Semua yang ada disana menatap Sarla, sedangkan Sarla tak peduli ia menangis melihat Abang dokternya.

"ENGGAK GAK JANGANNN"teriak Sarla histeris saat melihat jenazah Alvano diangkat dan dimasukan dalam liang kubur.

Bara menahan tubuh Sarla yang akan menuju kesana, ia memeluk tubuh Sarla erat yang memberontak melihat jenazah Alvano yang mulai terkubur.

"ENGGAK JANGANNN"Teriak histeris Sarla.

"JANGAN HIKS"

"ABANGGGG"

"ABANG DOKTER"

"HIKS ABANGGG"

Sarla terus berteriak histeris saat matanya melihat tubuh abangnya mulai tertimpa tanah.

Sarla terkulai lemas, menatap tubuh Alvano yang mulai terkubur dengan pandangan kosong, air matanya turun dengan deras, Abang dokternya pergi Abang dokternya benar benar pergi.

Sarla menutup matanya saat tiba-tiba pening melanda kepalanya.

"Abang kepala Arla sakit, ayo obatin Arla"lirih Sarla menatap gundukan tanah yang didalamnya ada Abang dokternya.

"Abang ayo obatin Sarla"

"Ayo bangun Abang"

Bara memalingkan wajahnya mengusap air matanya kasar, ia tak tega melihat Sarla yang terus bergumam lirih sambil menatap makam Alvano dengan pandangan kosong.

"Sarla"panggil Radit lembut.

"Sarla pusing?pulang ya biar Abang obatin"ucap Radit lembut seraya mengelus rambut panjang Sarla.

Sarla menggeleng pelan tanpa mengalihkan pandangannya "Arla mau diobatin Abang dokter"lirih Sarla.

Radit melipat bibirnya seraya memalingkan wajahnya, rasa sesak menghampiri dada lelaki itu mendengar ucapan lirih Sarla.

Perlahan pemakaman mulai sepi, orang orang berlalu meninggalkan pemakaman itu.

"Sarla"panggil serak Kinara seraya berjalan mendekat kearah Sarla.

Sarla tak menghiraukan Kinara ia terus menatap kosong kearah kuburan abangnya.

Diseberang sana terdapat Vellysya yang berdiri sendiri menatap Sarla dengan pandangan sulit diartikan dengan wajah datar.

"SARLA LO ITU PEMBAWA SIAL"

"KENAPA LO BIKIN ALVA MATI?!"

"KENAPA GAK LO AJA YANG MATI"

Sarla menoleh menatap Vellysya yang berteriak keras kearahnya dengan datar tak ada raut wajah apapun yang ditunjukkan gadis itu hanya datar, dia menatap Vellysya dengan pandangan kosong dan penuh luka.

"VELLYSYA"bentak Zaski marah.

"APA?! UCAPAN GUE BENER, DIA ITU PEMBAWA SIAL"Teriak Vellysya menunjuk Sarla dengan penuh kebencian.

"CUKUP VELLY"Sentak Satria.

"Kalian kenapa sih? Kenapa kalian bela dia?! Dia udah bikin Alva mati?!"ucap Vellysya keras dengan derai air mata.

SARLA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang