Chapter 85

6.6K 197 0
                                        

Happy reading

Follow :
Ig :  @alvnnqzlxsr_
       @alvinna_qz.sar
       @alq_sarlasar

Tiktok : @alv_sar

"Dalam perjalanan menuju bahagia, yang paling berat adalah saat tiba-tiba teringat masa lalu atau saat tiba-tiba kejadian masa lalu yang membuat terluka terulang lagi dan makin memperparah luka"

~Sar

~~SARLA~~

~~SARLA~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kalian Siapa?"

"Eh anjir gak usah becanda deh"ucap Vandra memundurkan langkahnya selangkah dan menatap Gara horor.

"Masa pak bos anemia sih"ucap Vandra masih menatap Gara horor.

"Amnesia goblok"ucap Jessy menabok kepala Vandra dari belakang.

"Anjirr sakit bego"ringis Vandra.

"Kalian bisa tenang dikit gak sih?"tanya Aundrey kesal sembari menenangkan bayi di gendongan nya yang merengek.

"Gak"jawab kompak Vandra dan Jessy.

Aundrey hanya menghela nafas pasrah mendengar nya, sedangkan yang lain hanya geleng geleng kepala.

"Gara.. Lo gak mungkin lupain sepupu cantik lo kan?"tanya Aundrey hati hati.

"Anda siapa?"ucap Gara dingin, tangan nya sendari tadi terus merangkul pinggang Sarla posesif.

"Anjir"umpat Aundrey.

"Aundrey"ucap Sam penuh peringatan.

"Ta-tapi kan di-dia kok--"Aundrey terdiam tak bisa berkata-kata lagi saat Sam menatapnya tajam.

"Ini titipan Lo Sar, kita keluar dulu nanti kesini lagi"ucap Sam sembari memberikan paper bag pada Sarla.

"Ini juga, gue letakin di sini ya"ucap Vandra sembari meletakan buket buah yang di bawa nya di meja yang ada di sana.

Mereka pun keluar satu persatu dari ruangan, menyisakan senyap yang mengisi ruangan.

"Awas dulu"suruh Sarla menyingkirkan tangan Gara dari pinggang nya.

Gara hanya menurut saat rasa pusing mulai menjalar memenuhi isi kepalanya.

Sarla mengeluarkan alat cukur dari dalam paper bag yang Sam bawa, lalu menatap Gara sembari tersenyum.

"Bentar aku turun dulu biar gampang"ucap Sarla lalu turun dari brangkar.

"Sini deketan"

Gara pun menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Sarla.

SARLA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang