Chapter 55

6.3K 268 18
                                        

Happy reading

Follow
Ig: @alvnnqzlxsr_
     @alvinna_qz.sar
     @alq_sarlasar

Tiktok: @alv_sar

~~SARLA~~

~~SARLA~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Kini Sarla dan Gara sudah siap dengan seragam sekolah mereka, setelah libur beberapa bulan akhirnya mereka kembali memasuki sekolah dengan tahun ajaran baru, Yap mereka kini kelas 12, ya walaupun mereka udah lulus dan ngulang sekolah lagi tapi gapapa lah ya biar ilmu di otak gak hilang dan semakin melekat.

Sarla memasangkan dasi di leher Gara dengan sedikit berjinjit karena tingginya dan Gara yang jauh berbeda.

"Udah"ucap Sarla setelah memasangkan dasi dileher Gara, ia berjalan melewati Gara dan duduk di kursi rias nya, memakaikan beberapa skincare pada wajah mulusnya lalu merapikan sedikit rambutnya.

"Udah?"tanya Gara kepada Sarla, lelaki itu tengah berdiri di belakang Sarla dengan tas yang tersampir di bahu kirinya dan almamater yang tersampir di lengan kekar sebelah kanannya.

Sarla mengangguk lalu bangkit dari duduknya mengambil tas dan almamater di kasur lalu mengikuti Gara keluar dari kamar.

"Masuk"ucap Gara ketika membukakan pintu mobil untuk Sarla.

Sarla segera masuk kedalam mobil dan setelahnya pintu tertutup, ia memasang selbet nya dan menaruh tasnya di pahanya.

Gara memasuki mobil setelah terlebih dahulu memakai almamater nya, ia menyerahkan tasnya kepada Sarla dan langsung di terima Gadis itu.

Mobil melaju membelah jalanan yang macet di pagi hari ini, wajar saja karena ini di pagi hari orang orang berangkat entah itu ketempat kerja atau sekolah.

Gara memberhentikan mobilnya ketika lampu merah menyala didepannya. Sarla menatap keluar jendela menatap sekeliling lalu tatapannya jatuh pada seorang gadis cupu yang duduk di jok belakang mobil di sebelahnya, ia memperhatikan sesama gadis cupu itu yang tengah memakai bedaknya, tatapannya tak sengaja jatuh pada tangan gadis cupu itu, senyum miring tercetak jelas di bibir Sarla.

Tak lama mobil kembali berjalan ketika lampu telah berubah menjadi hijau, Sarla kembali duduk tegap menghadap depan.

"Kenapa?"tanya Gara ketika tadi tak sengaja melihat senyum miring Sarla.

"Mainan baru akan segera datang"ucap Sarla datar dengan sorot mata tajam dan penuh dendam.

Setelahnya keadaan kembali hening sampai mobil terparkir di parkiran khusus sekolah, Gara tau arti dari ucapan Sarla itu sangat tau.

Keduanya keluar mobil bersamaan, menarik perhatian para murid disekolah, mereka menatap kagum pada Gara dan Sarla, banyak bisik bisik mengenai mereka.

Sarla melempar tas Gara kepada Gara yang langsung di tangkap lelaki itu dan menyampirkannya di bahu kanan, Sarla berjalan kearah Gara dengan tas di bahu kirinya dan almamater yang tersampir di lengan kirinya.

SARLA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang