[ Follow sebelum membaca!]
[Happy reading ]
(Lengkap)
⚠️CERITA HASIL PEMIKIRAN SENDIRI⚠️
⚠️PLAGIAT HARAP MENJAUH!!, MASIH PUNYA OTAK KAN?! MIKIR LAH GUNANYA OTAK BUAT APA⚠️
~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''
Gadis cantik yang harus hidup t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang aku ngidam"rengek Sarla sembari mendekati Gara yang duduk di sebelahnya.
"Mau apa hm?"tanya Gara tanpa menatap Sarla, matanya fokus pada layar laptop yang menunjukkan angka angka dan tabel grafik.
"Sayang ihh"panggil Sarla lagi.
"Iya Sayang kenapa?"tanya Gara dengan sabar sembari menoleh kepada Sarla dan mengelus rambutnya sesaat sebelum kembali fokus pada laptopnya.
"Sayang mau ketemu Wang yibo"rengek Sarla manja sembari menyenderkan kepalanya di bahu Gara.
"Gak gada apa apaan ngidamnya"bantah Gara cepat.
"Sayang ihh ini kemauan anak kamu loh, masa gak mau turutin"rayu Sarla sembari mencium cium pipi Gara.
"Halah, mau anak atau bundanya nih, gak baik loh fitnah anak sendiri"ucap Gara mendengus kesal.
"Ihh gapapa sayang, ayo ih boleh ya boleh"rengek Sarla sembari menggenggam tangan Gara.
"Awas ih tangannya, aku mau kerja"
"Kerja teruss, istrinya di lupain, udah mah pulangnya malam, libur cuma satu hari lagi, itu pun masih kerja, kasian loh yang uang nya gak abis abis"dumel Sarla kesal dengan bibir mengerucut.
Gara menutup laptopnya lalu menyimpan nya di meja, dan memeluk Sarla dari samping.
"Maaf ya sayang, lagian aku kerja buat kalian kok, lumayan uangnya buat masa depan anak kita nanti"ucap Gara merayu Sarla supaya tidak ngambek kepadanya.
"Tau ah, kamu mah bikin aku kesel mulu"ucap Sarla beranjak dari sofa lalu berjalan menuju kamar meninggalkan Gara yang berada di ruang keluarga sendirian.
Gara menghela nafasnya, lalu menyenderkan kepalanya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya, pusing mendera kepala nya lagi, ingin rasanya ia memotong kepala nya supaya tak lagi merasakan pusing yang melanda, tapi kan serem kalo gada kepalanya.
Ting
Gara membuka matanya lalu mengambil handphone nya di meja, membaca sederet pesan dari seseorang.
D. Arvan Elgara jangan lupa besok jadwal kamu, jangan sampai gak datang
Gara kembali memejamkan matanya setelah meletakkan kembali handphone nya di meja.