Seorang wanita terbaring lemah di ranjang pasien, dengan selang oksigen yang menutup hidungnya serta selang infus yang terpasang di tangan kiri nya.
"Sar sesar aja ya?"mohon Bara entah sudah keberapa kali nya.
Sarla menggeleng dengan senyum tipis di bibirnya.
"Sarla mau normal Abang"ucap Sarla lirih.
"Tapi keadaan kamu gak memungkinkan Sarla, apalagi kamu akan melahirkan anak kembar dan itu butuh tenaga ekstra"ucap Kenzo dengan nada meninggi.
"Tolong penuhi permintaan Sarla untuk terakhir kalinya bang"ucap Sarla lirih dengan mata berkaca-kaca.
"Terakhir kalinya apa?!"ucap Bara dengan muka memerah marah.
"Sarla kamu pasti akan baik baik aja, kamu harus bisa rawat anak anak kamu, kamu harus kasih mereka kasih sayang kamu, kamu akan jadi ibu Sarla"ucap Radit lembut dengan air mata yang menetes.
Sarla memegang perut nya yang membesar dengan air mata yang mulai menetes, ia menarik nafas nya panjang ketika perut nya mulai kembali sakit.
"A-abang Sarla mohon jaga Anak-anak Sarla, sayangi mereka, setelah Sarla gak ada, mereka gak punya siapa siapa lagi Abang, Sarla mohon jaga mereka"ucap Sarla menangis.
"Hey masih ada kita, kita pasti akan jaga mereka bareng Sarla, jadi Sarla harus kuat ya buat mereka"ucap Kenzo lembut dengan mengelus rambut Sarla.
"Akkh Abang Sakit"lirih Sarla memegang perut nya.
Dokter Riana yang sedari tadi diam, mengecek Sarla.
"Sudah pembukaan Sempurna, Nyonya Sarla akan segera melahirkan, jadi di mohon untuk kalian menunggu di luar.
"Sarla udah mau lahiran?"tanya Aini yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan.
"Biar mami yang nemenin, kalian keluar"suruh Aini.
Para Abang angkat Sarla pun keluar ruangan dengan raut kecewa ketika bujukan mereka untuk menyuruh Sarla operasi sesar tak berhasil.
"Tenang ya Sayang"ucap Aini menenangkan ponakannya itu sembari menggenggam tangan kanan Sarla.
"Huh"Sarla menghembuskan nafasnya agar rasa sakit nya sedikit mereda.
"Nyonya Sarla dengar instruksi saya ya"ucap dokter Riana yang berdiri di antara kaki Sarla.
"Tarik nafas...... Buang"suruh dokter Riana yang langsung di turuti Sarla.
"Dorong"
"Aaaaaaaaa huh huh huh"Sarla terengah-engah.
"Terus Bu"
"AKKHHHHH HUH HUH"
"AAAKKKHHH"
Oek oek oek
Sarla tersenyum lebar di balik derai nya air mata ketika mendengar anak pertamanya menangis.
"Laki laki"ucap dokter Riana sembari mengangkat bayi yang masih berlumuran darah di tangan nya.
"Kamu hebat sayang"ucap Aini sembari mengecup kening Sarla dengan air mata yang mengalir.
Seorang suster dengan sigap membungkus tubuh bayi itu dengan selimut putih dan memberikan nya pada Sarla.
Sarla memeluk sayang anak pertama nya, air matanya mengalir deras tapi bibir nya terus tersenyum lebar. Ia mengecup sayang kepala anak nya, sebelum kembali meringis ketika perutnya kembali merasakan sakit.
Suster kembali mengambil bayi Sarla dan berniat membersihkan nya.
"Aakhh sa-sakit"ucap Sarla sembari menggigit bibir bawahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SARLA
General Fiction[ Follow sebelum membaca!] [Happy reading ] (Lengkap) ⚠️CERITA HASIL PEMIKIRAN SENDIRI⚠️ ⚠️PLAGIAT HARAP MENJAUH!!, MASIH PUNYA OTAK KAN?! MIKIR LAH GUNANYA OTAK BUAT APA⚠️ ~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~''~'' Gadis cantik yang harus hidup t...
