Chapter 29

11K 496 22
                                        

Happy reading

Follow Ig: @alvnnqzlxsr_
                    @alvinna_qz.sar
                    @alq_sarlasar
Tiktok: @alv_sar


~~SARLA~~

"Sebelumnya saya minta maaf, Saya ingin memutuskan pertunangan anak saya dengan putri anda"ucap Rey dingin sambil menatap Bram yang ada dihadapannya datar.

"Lho kenapa pak, gak bisa gitu dong ini sudah perjanjian sejak awal"ucap Bram tak terima.

"Perjanjian sejak awal?tapi saya rasa saya tidak pernah berjanji dengan anda, Saya hanya ingin berterima kasih karena pertolongan anda, tapi sepertinya itu terlalu berlebihan dengan menjodohkan anak saya, saya berterima kasih dengan anda karena telah menolong nyawa saya waktu itu, dan soal perjodohan saya sudah menjodohkan anak saya sejak awal dengan putri dari keluarga Alexandra"ucap Rey panjang lebar dengan datar.

"Tapi pak seluruh Keluarga Alexandra sudah meninggal pak, bahkan anda sendiri melihatnya, jadi tolong jangan putuskan perjodohan ini pak"ucap Bram memohon.

"Saya telah menemukan keturunan keluarga Alexandra, dan tentang pertolongan anda saya sangat berterima kasih kepada anda dan keputusan saya sudah bulat untuk memutuskan pertunangan anak saya dengan putri anda"ucap Rey masih dengan wajah datar dan menyesap kopinya santai.

Bram yang mendengar itu mematung 'keturunan Keluarga Alexandra' bagaimana mungkin?, Bukankah--

Bram menggeleng "itu gak mungkin pak saya sendiri yang- maksudnya saya bahkan anda melihat sendiri Keluarga itu terbunuh jadi itu tidak mungkin, mungkin mereka menipu bapak dengan membawa bawa nama Alexandra"ucap Bram mencoba memilah kata kata yang pas dan meyakinkan Rey.

Rey menaikkan alisnya bingung, ia sebenarnya sedikit curiga dengan tingkah Bram.

Bram yang merasa Rey mulai curiga gegalapan "kalau boleh tau, siapa keturunan Alexandra itu?"tanya Bram berusaha tenang.

"Sarla, Alqueen Sarla Deandra Alexandra"

.

.

.

.

.

"Sialan"marah Bram sambil membanting guci di sampingnya.

"Kenapa sih pah?"tanya Cilla santai sambil membaca majalah di ruang keluarga.

"Tau dari tadi marah marah aja, kenapa sih?"heran Siska yang sedang duduk di samping mamanya.

"Keturunan keluarga sialan itu ternyata masih hidup"ucap Bram marah.

"What?!"kaget keduanya.

"Ma-maksud papa Keluarga Alexandra?, Kok bisa sih bukannya papa udah bunuh semuanya ya?"kaget Cilla sekaligus heran.

"Iya pah kok bisa sih?, Berarti selama ini kita gak dapet harta keluarga itu karena masih ada pewaris?"ucap Siska terheran heran.

SARLA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang