Liburan semester berada di pantai tidak mungkin aku sia-siakan.
Mencoba melupakan perbuatan Yena yang nyaris merenggut nyawaku.
Detik ini berendam di kolam vila, memanjakan mata dengan pandangan air laut yang turun naik.
"Freya-ku..."
Aku menoleh malas, hendak berendam kembali terhenti panggilan Ziyan. Ziyan berjongkok di pinggir kolam mulutnya mengembung sembari menggoyangkan piring di tangan.
"Bawa donat kentang, ratu makan mau minta nggak?" tanyanya berkedip genit.
Menahan senyum segera aku mendekat ke Ziyan. Benar adanya piring Ziyan pegang di penuhi makanan berbentuk bundar tersebut di atasnya bertabur gula manis.
"Minta satu."
Ziyan tertawa. Tanganku hendak mengambil donat, piringnya langsung Ziyan tarik.
"Bilang dulu Ziyan-ku ganteng."
"Oke."
"Sambil senyum manis."
"Ziyan-ku gendeng."
Seketika raut wajah Ziyan berubah masam, giliranku yang tertawa keras kali ini Ziyan tidak lagi menariknya, tangan agak basah aku melahap donatnya santai menikmati geli muka Ziyan yang cemberut.
"Menurut kamu badan aku bau nggak?" Ziyan mendadak bertanya.
"Bau. Baunya kaya ikan asin," sahutku asal. Kulihat kemudian bibir Ziyan membentuk seringaian aku bergerak waspada menerka kira-kira apa yang Ziyan pikirkan.
Setelah piringnya Ziyan letakkan ke lantai pinggir kolam, aku termundur Ziyan tiba-tiba menceburkan diri ke dalam kolam.
"Kita mandi bareng."
"Kamu gila?!"
"Tadinya aku waras, tapi setelah ketemu putri Astagina kewarasanku perlu diragukan."
Aku menatap horor.
"Nanti ada yang liat gimana?"
Ziyan kembali berkedip genit. "Padahal aku cuma mandi bukan mau apain kamu. Yaelah, pikirannya Freya-ku jangan kaya gitu nanti jadi kenyataan."
Buru-buru aku berbalik, lebih baik menjauh, menenangkan diri. Aku memasukkan kepala ke dalam air dengan cara ini aku bisa tenang dari tadi jantungku jumpalitan.
"Sayang."
"Diam!"
"Kamu durhaka bentak pacar sendiri."
"Iya, maaf."
Aku mengusap wajah, mengibaskan rambut kemudian ke depan membiarkan rambut menutupi muka dengan cara ini Ziyan tidak akan tau bahwa pipiku merah padam.
"Kamu nggak trauma kan perbuatan si ular itu?" tanya Ziyan kaki Ziyan menekuk setengah badan Ziyan berada di dalam air.
Di sela wajah tertutupi rambut aku mendapati Ziyan sudah berdiri di hadapan. "Nggak, kamu tenang aja ... Freya Lovely Astagina itu perempuan kuat."
Ziyan lalu menunjukkan kepalan tangan kanannya. "Kita tos ria dulu." Aku menurut, dikira cuma itu saja ternyata di baliknya Ziyan punya niat tercelubung.
Tangan Ziyan malah berakhir di lenganku, keras kepala berusaha untuk tidak membentur dada Ziyan yang sengaja badanku di tarik olehnya.
"Aku nggak suka muka kamu ke tutup rambut, jadinya nggak bisa liat muka imut Freya-ku," kata Ziyan sembari jemari Ziyan bergerak lihai merapikan rambut basahku ke belakang daun telinga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Antagonis [END]
FantasyBagaimana jadinya kalau kamu memasuki tokoh antagonis? Bermaksud mengembalikan novel yang dipinjam ke perpustakaan desa, Freya bertemu dengan para bandit kampung yang nyaris memperkosanya. Freya yang lari memasuki hutan berakhir jatuh ke jurang. Fre...
![Bukan Antagonis [END]](https://img.wattpad.com/cover/268621430-64-k161676.jpg)