Saat ini suasana kamar Veux sangat tegang, antara Jack dan kegigihannya.
Jack bagaikan orang yang melakukan tindak kriminal dan di interogasi oleh seorang polisi. Namun sekarang keadaannya berbeda. Jack seperti kriminal yang diadili oleh bosnya akibat kesalahan yang fatal.
"C'on Jack, beritahu diriku, dimana ponselku berada saat ini?" Tanya Veux yang mendesak Jack agar memberitahu dirinya dimana ponselnya saat ini
"Saya benar-benar tidak tahu tuan muda" jawab Jack kesekian kalinya
Jack masih menunduk takut, sampai tak berani menatap manik mata Veux.
Benda kecil nan tajam bertengger di bahu kirinya, Jack pun mendongak guna melihat manik mata tuan mudanya yang tengah menatap dirinya datar, sedatar sebelumnya, sampai Jack berkeringat dingin.
"Berikan aku informasi yang jelas, dimana ponselku saat ini"
Glek
"Saat anda sampai di mansion, ponsel anda terjatuh dan di ambil oleh tuan muda Ceux, selanjutnya saya tidak tau tuan" jawab Jack seadanya
Klip
Veux memilih untuk mengakhiri ketegangan antara mereka, ia pun menaruh pisau lipatnya sembarangan.
"Tuan, apa anda marah pada saya?" Tanya Jack was-was
"Tidak" jawab Veux datar
Jack bernapas lega mendengar jawaban dari tuan mudanya. Ia takut jika nyawanya akan melayang detik itu juga.
Selama dua jam penuh mereka hanya diam menonton film kotak kuning berongga atau yang lainnya, hingga Veux tertidur. Jack pun mematikan televisi tersebut lalu menyusul tuan mudanya untuk tidur di sofa.
Sore ini, semua anggota keluarga sudah kembali dari pekerjaan kantornya, namun mereka menemukan dua orang yang tengah tertidur pulas di ranjang dan sofa. Mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
Malam harinya, Jack sudah keluar kamar Veux saat poix memanggilnya. Sedangkan Veux masih tertidur, bahkan sangat pulas hingga tak rela membangunkannya, namun ini sudah malam.
"Baby, bangun ya, ayo kita makan" ujar Jeux pelan
Eugghh
"Iya kak" jawab Veux lirih
Veux tetap bangun walaupun langkahnya hampir menabrak dinding kamar, ia tau jika sudah ditunggu oleh anggota keluarga yang lain.
Veux berjalan mendekati meja makan dengan memakai piyama pendek bermotif awan.
"Kemari boy, Daddy sudah buatkan beef burger king untukmu" ujar Peux
Veux hanya mengangguk, ia masih sangat mengantuk. Tanpa menunggu lama, Veux pun langsung melahap burger itu sampai tak tersisa.
"Dad, Pa, Kak, besok sekolah ya?" Pinta Veux
Uhuk Uhuk
Mereka sampai tersedak makanan saat Veux berkata yang masih membuat mereka tak yakin
"Tidak boy, kamu masih sakit" jawab Poix
"Hanya sekolah Pa, tidak bertengkar" bantahnya
"Sepertinya tetap tidak" sahut Aux
Veux merubah raut wajahnya menjadi datar, dan meninggalkan ruang makan untuk kembali ke kamarnya.
Kamar Veux sudah di kembalikan ke pemiliknya asli. Dan bahkan mereka tak bisa membuka kamarnya saat di kunci. Entah kunci apa yang dipakai oleh Veux
Mereka yang sedang berdiskusi si bawah pun mulai pening. Namun mereka tetap mengijinkan Veux untuk pergi ke kesekolah namun dengan syarat yang sulit tentunya.
Tok tok tok
"Apa?" Tanya Veux
"Iya kamu besok boleh sekolah" jawab Peux
Ceklek
"Benarkah Dad!?"
"Iya, tapi harus dengan Faux" jawab Poix
"Apa!?"
Bersekolah dengan Kak Faux? Oh tidak, itu seperti neraka bagiku. Teriak batin Veux yang tetertekan
KAMU SEDANG MEMBACA
𝖆𝖙𝖙𝖆𝖑𝖎 '𝖛' 𝖋𝖆𝖇𝖗𝖊𝖌𝖆𝖘𝖈𝖍𝖆 [𝖊𝖓𝖉]✓
Novela JuvenilBagaimana jika seorang remaja yang baru saja menginjak kata 'Remaja' nekat kabur dari kekangan keluarganya yang dibilang super overprotektif terhadapnya. Bahkan tak hanya Keluarga, Sepupunya juga ikut overprotektif terhadap dirinya. Ia di jaga oleh...
![𝖆𝖙𝖙𝖆𝖑𝖎 '𝖛' 𝖋𝖆𝖇𝖗𝖊𝖌𝖆𝖘𝖈𝖍𝖆 [𝖊𝖓𝖉]✓](https://img.wattpad.com/cover/295587395-64-k421448.jpg)