Memberontak hanya akan membawamu terjerumus di lubang harimau, setelah terbebas dari lubang singa
-Veux-
🌞
Pagi ini, penghuni mansion tengah panik, karena Veux yang mendadak muntah dan menolak untuk makan. Veux sendiri menolak untuk di periksa oleh Aux, bahkan semua orang sudah mencoba membujuk Veux, namun hasilnya tetap nihil.
"Lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit" ujar Poix
Poix berujar santai namun mendapat tatapan mendelik dari Veux, bahkan mungkin sudah di sumpah serapahi oleh Veux dalam hati karena saran yang kurang bermutu dan menjerumuskan dirinya ke lubang harimau.
"Jack, siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang!" perintah Peux
Jack yang memang sudah stand bye di belakang Peux, dan mendengar perintah dari Tuan besarnya pun mengangguk dan segera menyiapkan mobil. Namun berbeda dengan Veux, ia masih memberontak di karenakan cekalan tangan Ceux yang kuat di lengannya.
"Lepas! Kalian kenapa sebenarnya!?" Kesalnya
Mereka semua menatap Veux datar, bahkan tak ada yang berniat menjawab pertanyaan Veux. Sampai Peux turun tangan menggendong Veux ala koala untuk pergi ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit milik keluarga Fabregas, Aux segera menuntun mereka untuk membawa Veux ke ruang UGD. Bahkan tak hanya Aux, beberapa dokter spesialis juga ikut menemani pemeriksaan Veux.
"Eh--, kalian ngapain di sini?" Tanya Veux yang menatap para dokter spesialis yang juga menatap dirinya datar
"Maaf tuan muda, kami hanya menjalankan tugas" jawab salah satu dokter yang bername tag "Cristiano A."
Veux mendelik tajam pada Aux, sedangkan yang di tatap hanya mengendikan bahunya acuh. Bahkan sekarang pintu UGD sudah di tutup dan keluarganya sudah di luar.
"Lebih baik jika kamu diam, Veux" ujar Aux datar
"Kak, jangan gila! Aku baik-baik saja kak!"
Veux masih saja memberontak karena tak ingin di periksa, bahkan para dokter turun tangan ikut serta menahan Veux agar tetap terbaring.
Tak ada cara lain lagi, Aux memberikan suntikan dosis tinggi di selang infus Veux yang sempat terlepas. Mereka sampai menyeka keringat saat Veux sudah pingsan. Sungguh, mengendalikan tuan mudanya sendiri lebih melelahkan daripada mengendalikan Singa yang tengah mengamuk.
Beberapa jam sudah terlewat. Veux bahkan sudah di pindahkan ke ruang VVIP. Dan mereka (keluarga) hanya tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan lab.
Sheett
Pintu ruang inap di buka oleh seorang dokter yang membawa map putih, mungkin itu adalah hasil lab Veux. Dokter itu berbicara secara pribadi dengan Aux. Beberapa kali Aux terlihat melirik Veux yang tengah terbaring lemah di atas brankar putih itu. Raut wajah yang menyiratkan kekhawatiran tak bisa di sembunyikan lagi.
"Saya permisi Dok" Aux mengangguk
Saat dokter itu keluar, Aux langsung saja duduk sebelum menghela nafas panjang. Aux hanya memberikan hasil leb itu pada Peux tanpa berbicara apapun.
"Ada apa kak?" Tanya Faux
Aux menoleh dnegan raut wajah yang lelah. Bahkan Faux bisa merasakan ada yang janggal pada hasil tersebut. Aux tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaan adiknya itu.
"Lambung Veux terluka" jawab Aux singkat
Seakan faham, Faux pun mengangguk lalu melihat hasil lab yang di tangan Peux. Faux tidak mengerti tentang hasil lab yang membuatnya bingung.
"Ada yang masih di rahasiakan oleh Veux"
Deg!--
Semua anggota keluarga menoleh menatap Aux nyalang, antara bingung dan juga merasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝖆𝖙𝖙𝖆𝖑𝖎 '𝖛' 𝖋𝖆𝖇𝖗𝖊𝖌𝖆𝖘𝖈𝖍𝖆 [𝖊𝖓𝖉]✓
Teen FictionBagaimana jika seorang remaja yang baru saja menginjak kata 'Remaja' nekat kabur dari kekangan keluarganya yang dibilang super overprotektif terhadapnya. Bahkan tak hanya Keluarga, Sepupunya juga ikut overprotektif terhadap dirinya. Ia di jaga oleh...
![𝖆𝖙𝖙𝖆𝖑𝖎 '𝖛' 𝖋𝖆𝖇𝖗𝖊𝖌𝖆𝖘𝖈𝖍𝖆 [𝖊𝖓𝖉]✓](https://img.wattpad.com/cover/295587395-64-k421448.jpg)