Sudah satu Minggu sejak pertemuannya dengan bos dari para mafia.
Dan Saat ini Veux tengah disibukkan dengan kegiatannya yaitu memodifikasi semua Mobil yang berada di dalam bagasi.
Dan enam hari sebelum hari ini, memang benar-benar ada kabar yang menggemparkan dunia Maya, yaitu markas besar dari Darkness di bakar oleh seseorang yang sampai sekarang belum bisa di jelaskan.
Itu perbuatan Veux, namun ia selaku pelaku kejahatan, tetap diam dan tetap tenang.
Ia kini tengah ditemani oleh Lio yang memang sedang libur sekolah, dan memilih menemani adik kesayangannya, walaupun sebenarnya adalah Tuan mudanya.
Whusshhh!
Dor!
"Akkhhh!!"
"TUAN MUDA!!"
Semua bodyguard berhamburan ke arah sumber suara yang merupakan dari Veux, dan juga Lio yang berteriak.
Bisa dilihat dari kejauhan jika banyak darah yang keluar dari tulang belikat kiri Veux, akibat peluru dari atas sana.
Semua bodyguard berpencar untuk mencari siapa yang telah membobol akses masuk mansion Fabregas.
Lio dan juga dua bodyguard lain membawa Veux ke rumah sakit, untuk mencegah pendarahan pada Veux.
Suara langkah kaki dari Mereka membuat sorot mata di sana membola, bahkan Arnold yang tadinya berjalan gontai ke arah pintu keluar kini harus berlarian bersama suster lain ke arah Veux.
Mereka membawa Veux ke ruangan UGD, bahkan Lio kini sudah mengabari Peux dan yang lainnya juga agar datang ke sini.
Sudah lama mereka menunggu Arnold keluar namun belum juga terlihat batang hidungnya.
Bahkan pihak keluarga pun belum datang, satupun dari mereka.
Kini mereka bertiga tengah duduk dalam kegelisahan, tak ada ucapan lain selain doa.
Tap
Tap
Tap
Mereka menoleh, melihat siapa yang baru saja datang ke arah mereka.
Ternyata mereka adalah Peux, Poix, dan anak anak mereka.
"Bagaimana bisa terjadi, Lio?"
Lio yang semula duduk, kini berdiri dengan sedikit menunduk tidak berani menatap sorot mata tajam Peux.
"Saya tidak tau Tuan, saya juga terkejut saat tuan muda mendapat serangan mendadak dari musuh" jawabnya
"Apa kau sudah mencari tau siapa pelakunya?" Sahut Jeux
Lio mengangguk kecil, "Dia anggota Black Rose, yang dimana mereka terdiri dari banyak anggota dengan satu pemimpin yaitu Reggy" jawabnya
Mereka mencoba berpikir untuk mengingat nama yang begitu tidak asing bagi mereka semua.
Drugh!
"Arrghh! Kenapa aku bodoh sekali membuat masalah dengan pria gila itu!?"
Mereka terkejut melihat emosi dari Ceux yang begitu besar, bahkan dinding putih rumah sakit pun menjadi sasarannya.
"Apa maksudmu boy?" Tanya Poix
"Aku membuat masalah dengan pria gila itu, aku sampai lupa jika aku masih mempunyai adik kecil yang jarang kita jaga"
Mereka terdiam, bungkam, tanpa ada satu katapun, bahkan seperti orang yang diam seribu bahasa.
Prok!
Prok!
Prok!
Suara tepukan tangan yang terdengar begitu ampuh memenuhi hening nya lorong tersebut.
Seorang pria yang seumuran dengan Peux mungkin lebih muda dua tahun, dengan setelan jas dan juga tatapan mata tajam.
"Bagaimana kejutanku, Ceux?"
Reggy.
Seorang Psikopat gila yang menggila akibat ulah dari Ceux yang seperti memonopoli kerjasama mereka kemarin.
"Badebah kau Reg! Jika adikku kenapa-napa, nyawamu akan menjadi taruhannya!"
Ha ha ha..
Suara tawa yang begitu angkuh membuat mereka semakin menatapnya benci, bahkan Lio juga.
"Kita lihat saja nanti, Ceux"
Kini Reggy sudah pergi kembali ke ruang tunggu, dengan duduk santai menikmati kopi hitam beserta cerutu rokok miliknya.
Semoga 'dia' baik-baik saja tuhan. Batin Reggy
KAMU SEDANG MEMBACA
𝖆𝖙𝖙𝖆𝖑𝖎 '𝖛' 𝖋𝖆𝖇𝖗𝖊𝖌𝖆𝖘𝖈𝖍𝖆 [𝖊𝖓𝖉]✓
Fiksyen RemajaBagaimana jika seorang remaja yang baru saja menginjak kata 'Remaja' nekat kabur dari kekangan keluarganya yang dibilang super overprotektif terhadapnya. Bahkan tak hanya Keluarga, Sepupunya juga ikut overprotektif terhadap dirinya. Ia di jaga oleh...
![𝖆𝖙𝖙𝖆𝖑𝖎 '𝖛' 𝖋𝖆𝖇𝖗𝖊𝖌𝖆𝖘𝖈𝖍𝖆 [𝖊𝖓𝖉]✓](https://img.wattpad.com/cover/295587395-64-k421448.jpg)