Seperti yang sudah di rencanakan Jeva dengan teman-temannya bahwa mereka akan menghabiskan waktu selama seminggu sebelum pesta kelulusan tiba. Ini adalah hari terakhir mereka menghabiskan waktu bersama karena besok acara kelulusan akan diadakan.
Rencananya mereka akan membeli baju di mall bersama, tentunya mereka ingin memakai pakaian serba hitam nantinya. Namun yang pasti, tidak hitam semua karena nantinya mereka akan membeli baju berwarna hitam dengan desain yang cantik, tentunya dengan paduan warna yang pas.
Untuk para cowok tentu saja mereka hanya menurut, mereka pun akan mengenakan pakaian yang sama seperti perempuan. Rencananya mereka akan kompak mengenakan jas hitam.
Kini mereka tengah berada di mall, sedari tadi Firsa dan Abdi bertengkar pasal baju yang Firsa pilih. Menurut Abdi, baju yang Firsa pilih itu tidak bagus. Dan itu tentu membuat Firsa kesal.
Sedangkan yang lain memilih tak peduli dengan pertengkaran keduanya. Mereka tidak ingin ikut campur dan lebih baik memilih baju mereka sendiri. Seperti Jeva dan Jevian contohnya.
Kedua pasangan remaja itu tengah sibuk memilih banyak pakaian yang menurut mereka bagus. Tidak sih, sebenarnya hanya pakaian Jeva saja yang dipilih. Karena pakaian Jevian sudah dipilih sedari tadi.
Cowok itu tidak mau ribet mencari pakaian kesana sini, karena ia hanya menyuruh pegawai yang bekerja disitu untuk memberinya beberapa baju yang bagus dan kualitasnya baik. Setelah ketemu Jevian langsung memilih salah satu.
Berbeda dengan Jeva yang memilih banyak baju dan menyuruh sang pacar membawa baju yang ia pilih. Untung saja Jevian sabar menghadapi pacarnya itu, jika tidak sudah pasti baju yang ia pegang sekarang akan ia buang detik itu juga.
"Nyari apa lagi si Je? Bajunya udah banyak gini," ucap Jevian.
Mendengar ucapan Jevian, Jeva langsung menoleh. Jeva terkekeh kecil saat melihat Jevian tengah kesusahan membawa baju yang ia pilih sedari tadi.
"Satu lagi Jep, lo yang pilih."
Jevian memutar bola matanya malas. Namun tak urung untuk menuruti ucapan pacarnya itu.
Jevian tidak memilih baju yang dipajang namun ia lebih memilih baju di tangannya. Tadi Jevian sempat melihat baju yang menurutnya bagus untuk dipakai oleh Jeva.
"Udah ayo," ajaknya.
Jeva yang tak mengerti hanya menurut. Ia kira Jevian akan memilih baju di tempat lain karena baju disini tidak ada yang menarik baginya. Padahal Jevian sudah lebih dulu memilih tanpa Jeva sadari.
Sesampainya di kasir, Jay yang memang baru saja akan membayar langsung melongo melihat baju yang ada di tangan Jevian. Dalam hati ia mengasihani cowok yang tengah kesusahan itu.
"Gak kasihan lo sama babu?"
Jeva mengangkat bahunya acuh sedangkan Jevian langsung melayangkan tatapan tajam pada Jay. Cowok itu tidak terima dikatai sebagai babu.
"Letakin disini kak," ucap salah satu pegawai pada Jevian. Jevian sendiri menurut dan meletakkan baju pilihan Jeva ke meja yang ditunjuk oleh si pegawai perempuan yang bekerja disana.
"Ini mau dibeli semua apa satu aja kak?"
"Sat--"
"Semua." Potong Jevian cepat.
Jeva langsung melotot saat pacarnya itu bilang akan membeli semua baju yang ia pilih. Jay juga sama terkejutnya seperti Jeva. Dalam hati dia merutuki keduanya yang memang suka sekali menghamburkan uang mereka.
"Jep, tapikan lo belum milih baju buat besok? Masa gue harus pake semua itu? Bukannya lo mau beli di tempat lain?"
Jevian menaikkan satu alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
2J [Jeva dan Jevian]
Genç Kurgu[PLAGIAT JAUH-JAUH! KARYA INI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI!] Dibuat: 2021 Publish: 2022 Orang bilang, Jeva itu orangnya kalem. Tapi menurut teman-temannya, Jeva itu cerewet. Jevanie Nadeera Lalubis. Cewek dengan sejuta pesona yang sifatnya cerewet, bisa...
![2J [Jeva dan Jevian]](https://img.wattpad.com/cover/294134684-64-k999970.jpg)