Hi!
Ada yang menunggu cerita ini?
Happy Reading 💋
***
Aneska meniatkan dirinya untuk membolos pelajaran kedua. Ia sudah memberi pesan pada Altezza untuk membawakan tas sekolah nya.
Entah ingin kemana kini Aneska berjalan sepanjang jalan, dengan menatap jalan raya yang ramai. Gadis itu menghela nafas panjangnya. "Kehidupan baru gue akan mulai disini. Bandung is my life!"
Ia pun berhenti berjalan dan ia harus menunggu lampu merah untuk menyebrang kearah sana. Untuk menunggu Aneska mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja, pandangannya bertemu dengan seorang yang ia kenal.
Seketika ia terkejut dengan mematung ditempat. "Daddy...." lirihnya.
Aneska buru-buru membuka kamera ponselnya lalu ia memotretnya tanpa diketahui oleh siapapun. Tiba-tiba saja kini sudah bergantian menjadi lampu merah Aneska langsung buru-buru berjalan dengan cepat.
"Shit! Shit!" Aneska menggerutu saat ia melihat pandangan yang seharusnya ia tidak lihat.
Ia berjalan dengan rusuh dan tak berhati-hati karna ia tak ingin ketinggalan jejak mereka. Bruk! Tanpa sengaja ia menabrak seseorang membuat orang itu terjatuh.
Tentu saja Aneska terkejut ia pun langsung membantu orang itu dan mengumpulkan buah-buahan yang jatuh berserakan dijalan. "Maaf Tante. Saya tidak sengaja" Aneska meminta maaf dengan tulus.
"Tidak apa-apa. Lain kali hati-hati ya nak!" balas orang itu.
Aneska mengangguk.
"Tante tidak apa-apa kan?" Aneska bertanya sekali lagi dengan rasa bersalah.
Orang itu menggeleng cepat dan ia langsung berdiri dibantu oleh Aneska. "Tante, rumah Tante dimana? Biar saya antar sekalian saya bertanggung jawab karna udah buat Tante jatuh."
"Terimakasih. Tidak perlu, karna rumah Tante dekat dari sini." Orang itu tersenyum dengan melirik penampilan gadis didepannya ini.
"Kamu sekolah di satu Bandung?" Aneska mengangguk.
Jawaban Aneska membuat orang itu langsung tersenyum lebar. "Wah! Sama dong, anak Tante juga sekolah disana. Oh iya nama kamu siapa?"
Aneska terdiam dengan menatap intens orang yang didepannya ini.
"Aneska, Tante."
"Nama yang cantik. Ngomong-ngomong kok ka---"
"Maaf tan, saya harus cepat-cepat pulang kerumah."
Orang itu langsung melunturkan senyumannya. "Yah, padahal Tante masih pengen ngobrol sama kamu Anes." lirihnya.
Aneska menggaruk kepalanya. "Yasudah. Lain kali aja, kalau kita ketemu lagi yah!"
Orang itu mengeluarkan kartu namanya dan ia memberikan kartu itu kepada Aneska. "Ini kartu Tante. Disitu ada alamat
rumah tinggal Tante! Kalau kamu ada waktu mampirlah kerumah tante yah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Marsya (SELESAI)
Teen Fiction| Follow Sebelum Baca | •SEBAGIAN PART BELUM DI REVISI. 𝑴𝒂𝒓𝒔𝒚𝒂 𝑨𝒅𝒆𝒍𝒊𝒂 𝑽𝒊𝒓𝒐𝒏𝒊𝒄𝒂 Seorang yatim dan piatu ia adalah anak tunggal. Kedua orangtuanya Meninggal Karna dibunuh oleh seseorang yang belum diketahui. 𝑴𝒂𝒓𝒔𝒚𝒂 pun bela...
