Dear Marsya -52

26K 1.9K 109
                                        

Seseorang masuk kedalam apartemen Via. Orang itu melewat dari arah balkon dan kebetulan jendela itu tidak terkunci.

Orang itu memasuki kamar Via dan ia melihat tubuh lemah gadis itu dilantai dengan keadaan mengenaskan. Dia mendekati Via dengan senyum prihatinnya.

"Walaupun saya tak bisa menculik Marsya. Tetapi saya bisa menculik sahabatnya ini! Mereka harus membayarnya dengan nyawa Karna mereka, Keluarga ku mati semua tanpa sisa hanya saja saya masih bisa hidup --dan bodohnya mereka tidak mengetahui siapa aku sebenarnya haha!"

Tak ingin lama-lama lagi. Ia menyamar menjadi seorang perawat dan membawa tubuh Via. Dan tak lupa ia menulis beberapa kata di kertas lalu menempelkan dipintu kamar Via. "Berat sekali dia--"

Tanpa ada mencurigai nya ia pun langsung memasuki mobilnya dan segera pergi dari apartemennya tanpa diketahui oleh siapapun.

Sedangkan Marsya dan Reva dalam perjalanan menuju apartemen Via. Ia mempunyai firasat yang akan terjadi pada Sahabatnya itu.

Mereka berdua sudah sampai dan kini mereka berada didepan pintu apartemen milik Via. Mereka menerobos langsung dan tentunya mereka tahu kata sandi apartemen ini.

"Gelap banget, coba lo nyalain lampunya!" Suruh Marsya.

Reva pun menyalakan lampunya. Lalu keduanya itu masuk kedalam kamar Via sebentar sebelum itu mereka disambut oleh sebuah kertas yang ditertera dipintu.

"Apa ini?"

Keduanya membaca dengan teliti. Seketika pun mata mereka terkejut dan syok saat mengetahui isi kertas itu. "Sialan ternyata dia main-main denganku lagi?huh" Geram Marsya.

"Via diculik oleh Dior? Bukannya si pria bau tanah itu udah mati, lalu ini siapa?" Tanya bingung Reva.

Marsya mengangkat bahu nya. "Cek CCTV disini. Gue tahu kalau dia gak menyadari nya kalau disini ada kamera tersembunyi!" Marsya menerobos kamar Via.

Lagi-lagi mereka terkejut dengan keadaan kamarnya yang begitu berantakan. Reva mengkerut keningnya saat ada kertas dan obat-obatan dibawah lantai.

"Obat kanker? Otak?" Reva mengambil kertas itu dan membacanya. "Sahabat gue kena kanker otak dan stadium 3? Haha bangsat ini cuman mimpi kan?"

Reva mengambil semua obat-obatan itu dan kertasnya. Reva menghampiri Marsya yang sedang mengutak-atik komputer. "Marsya! Lo lihat ini"

Reva memberikan kertas itu pada Marsya. Marsya pun membacanya dan seketika itu Marsya menggertakan giginya. "Sejak kapan dia menyembunyikan ini semua?"

"Gue gak tahu, ah gue ingat lo tahu? Saat kita minum anggur dia tiba-tiba mengaduh kesakitan lo ingat tadikan?" Tebaknya.

Marsya mengangguk. "Sudah gue duga. Dia menyembunyikan ini semua dari kita!"

Marsya pun mengutak-atik kembali komputer nya. Dan ctak dia berhasil membuka kamera tersembunyi itu dan kini mereka berdua menonton dan melihat orang itu yang memasuki kamar Via dan membawanya.

Merasa ada yang janggal Marsya menzomkan sedikit. "Jaket itu. Gue merasa kenal pernah lihat jaket itu. Tapi dimana?" Gumam Marsya.

"Gue yakin ini orang masih Keluarga nya Dior. Dan kemungkinan orang itu kembali dan membalaskan dendam nya atas kematian keluarganya. Gue yakin seratus persen!" Celetuk Reva dengan menebaknya.

"Dia ada disekitar mu Marsya---"

Ucap angel tiba-tiba membuat Marsya terkejut. "Angel?"

"Iya ini saya Marsya. Selamat bertemu kembali setelah bertahun lamanya. Saya datang untuk membantu kamu mencari pelaku itu!"

Dear Marsya (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang