" Gimana keadaan kalian?" Tanya Nathan pada vero dan Raka.
Nathan dkk berada dimasion zergan saat pulang sekolah. Mereka mengahampiri sebentar untuk menjenguk keadaan temannya itu.
"Kita baik-baik aja" ucap Vero lesu nya itu.
"Pala lo baik, tulang Lo ampe retak gitu! Baik-baik dari mana" Sewot aji.
"Ck. Bawell" celetuk Raka datar.
"Oh Lo belum tahu ya? Si Marsya diskor tiga hari tau! Kesian banget di skor kenapa ga dikeluarin aja sih?" Ucap tiba-tiba Sean.
Vero dan Raka menatap pada Sean.
"Kenapa di skor?" Tanya Vero kepo.
"Menurut Lo? kalian kan anak pemilik sekolah, ya Otomatis om Zero marah kan Karna udah buat anaknya masuk rumah sakit. Ya jadi simarsya di skor tiga hari sama ayah kalian" sambung Aji.
Vero mengangguk paham tak ingin diperpanjang lagi. Ia takut rahasianya ketahuan.
"Kalian ga tau sebenarnya" gumam Charlie pelan.
Seorang gadis kini berada dijalan untuk menuju rumah dekat hutan itu. Setelahnya gadis itu sudah sampai ditempat tujuan.
Gadis itu menghela napas pelan. Ia mengedarkan pandangannya pada juru hutan itu. Dia menerbitkan senyum manisnya itu.
Gadis itu pun masuk kedalam hutan dan kini terdapat jelas Rumah besar yang mewah. Ia pun masuk kedalam rumah itu. Saat masuk dirinya di sambut oleh semua orang berada DiRuangan ini.
"Salam queen!" Ucapnya mereka menunduk kepalanya.
Gadis itu pun menunduk kan kembali. "Hm, Salam juga kalian" Balasnya.
"Tidak gila hormat rupanya". Batin mereka saat melihat Queen nya itu membalas menunduk.
Queen pun duduk dihadapan mereka. Ia menatap mereka secara bergantian.
"Apakah mereka mengetahui nya?" Tanya queen.
Sebagian orang menggeleng kan kepalanya. "Belum queen"Ucap mereka salah satu.
Gadis itupun mengangguk tersenyum smirk. "Tetapi, mereka akan mencarinya queen!" Lanjutnya.
"Biarkanlah mereka mencari ku, sampai mereka lelah mencarinya. Saat itujuga aku akan memunculkan diriku sebenarnya pada mereka" Ucap tegasnya queen.
Mereka mengganguk paham yang diucapkan oleh queen nya itu.
"Baiklah lanjutkan tugas kalian! Oh iya? Dimana penghianat itu?" Tanya queen lagi.
"Ada diruang bawah tanah, Queen" Sahut mereka. Queen pun mengangguk iapun segera menuju keruang bawah tanah.
Saat telah diruang tanah bawah gadis itupun membuka pintu nya dan terdapat jelas orang itu sedang ketakutan dan kedinginan mungkin?.
Gadis itu mengkerut saat makanan nya tak dimakan. "Loh kok ga dimakan? Makan dong! Biar tubuh lo sehat wa alfiat" ucapnya itu.
Queen pun berjongkok menyamakan posisi dengan orang itu. "Hei long time no see" ujarnya.
"L-lepas! Anak kecil sialan" umpat lelaki paruh baya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Marsya (SELESAI)
Teen Fiction| Follow Sebelum Baca | •SEBAGIAN PART BELUM DI REVISI. 𝑴𝒂𝒓𝒔𝒚𝒂 𝑨𝒅𝒆𝒍𝒊𝒂 𝑽𝒊𝒓𝒐𝒏𝒊𝒄𝒂 Seorang yatim dan piatu ia adalah anak tunggal. Kedua orangtuanya Meninggal Karna dibunuh oleh seseorang yang belum diketahui. 𝑴𝒂𝒓𝒔𝒚𝒂 pun bela...
