(Ghost series #4)
Ada sepuluh pintu misterius di asrama terbengkalai dekat sekolah. Lalu, dengan bodohnya Rhea dan Nagara membuka pintu yang tak pernah tersentuh selama puluhan tahun itu. Teror pun dimulai, namun ingat peraturan ini;
Membuka satu pi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah Rhea melihat pesan yang dikirimkan Bayu, Rhea pamit pada Nagara untuk kembali ke asramanya. Dia meninggalkan Nagara dalam kebingungan yang ada.
Akhirnya Nagara mengecek ponselnya yang sempat dilihat Rhea tadi, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat isi pesan yang Bayu kirimkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nagara berlari keluar basecamp. Pikirnya, dia masih bisa mengejar Rhea yang sepertinya akan kecewa padanya. Namun, gadis itu sudah memasuki kawasan asrama putri, dia tak sedikit pun menoleh ke belakang. Seperti yang sudah-sudah, Rhea pasti akan menoleh ke arahnya sebelum benar-benar masuk ke dalam.
Saat Nagara sedang mengatur napasnya yang tak beraturan, sebuah panggilan masuk, ternyata itu dari Bayu. Nagara menggigit bibir bawahnya gelisah, lalu mengangkat panggilan itu dan suara Bayu pun mulai terdengar.
"Halo?"
"Halo, bro! Gue udah dapet informasi tentang Shea-Shea itu!"
"Apa yang lo dapet?"
"Gue 'kan udah dateng tuh ke tempat les piano yang lo bilang. Gue tanya ke yang punya tempat lesnya tentang Shea itu,"
"Terus?"
"Katanya dia dikeluarin dari tempat les piano itu."
"Dikeluarin? Dikeluarin kenapa?"
Nagara teringat sesuatu. Pantas saja setelah tes bulan waktu itu, Nagara tidak pernah melihat Shea datang ke tempat les piano itu lagi. Mereka bertemu lagi satu tahun kemudian di SMP.
"Iya, katanya dia curang gitu waktu tes. Dia pake orang pengganti buat gantiin dia yang mau--"
"Tunggu," suara Bayu tertahan, begitu pun dengan napas Nagara yang ikut tertahan di tenggorokan. Nagara mendonggak menatap langit penuh bintang malam itu. Pikirannya menerawang jauh. Menyusun kepingan puzzel-puzzel yang berantakkan selama ini.