Bagian 23 : Teman Baru

7.1K 969 96
                                        

"Rhe, kita mau ke mana sih malem-malem?" tanya Siera terlihat ketakutan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Rhe, kita mau ke mana sih malem-malem?" tanya Siera terlihat ketakutan. Siera semakin merapatkan tubuhnya pada Dona yang ada di sampingnya.

Rhea menoleh pada Siera sebentar. "Lo tahu hantu yang ganggu lo dulu itu, kan? Yang ketok kamar mandi pas lo mandi,"

Siera mengangguk. Bulu kuduknya langsung berdiri. "Kita mau datengin dia gitu?"

"Hm. Gue mau tanya-tanya soal asrama tua itu, siapa dia tahu, kan?"

"Emang wujud dia kayak gimana, Rhe?" tanya Luna.

"Cewek Belanda gitu, kayaknya seumuran kita. Cantik banget, bajunya putih selutut. Dia ada sebelum sekolah ini dibangun dan biasanya dia keliaran di lantai tiga sama empat. Kadang sih dia suka ke lantai dua atau satu, tapi lebih sering ke lantai tiga atau empat." Jelas Rhea.

Ketiga temannya mengangguk mengerti. Sekarang ini mereka sedang berada di rooftop asrama putri, biasanya tempat ini dipakai untuk menjemur pakaian, dan keempat gadis ini sekarang sedang berjongkok di bawah jemuran yang masih belum diangkat.

"Eh, eh, itu dia!" seru Rhea lantas berdiri menghampiri hantu Belanda itu. "Permisi..."

Hantu cantik itu bergeming. Wajah pucatnya tak berekspresi.

"Emang dia ngerti bahasa kita?" tanya Dona.

"Iya juga ya. Dia 'kan orang Belanda." Rhea baru terpikir. "Coba cari bahasa Belandanya permisi."

Luna mengangguk dan langsung membuka ponselnya. "Eh, ini gimana bacanya anjir?"

Dona merebut ponsel Luna. "Coba gue yang baca," Dona berdeham pelan. "Neem me niet kwalijk!"

Luna, Siera, dan Rhea menahan tawanya.

"Kayak orang kebelet boker!" kata Luna. Mereka akhirnya tertawa.

Rhea memasang ekspresi serius lagi. "Coba sekali lagi, Don. Tadi kayaknya ada perubahan mimik dari dia."

"Oke-oke. Neem me niet kwalijk!"

"Kalian mau apa?"

Rhea mengerjapkan mata. Ternyata hantu Belanda ini bisa bahasa Indonesia juga. Susah-susah dia dan teman-temannya berbicara bahasa Belanda.

"Dia bisa bahasa Indonesia guys,"

"Buset dah!" ujar Dona.

"Kalian mau berteman denganku?" hantu cantik itu bertanya lagi dengan nada yang masih kaku.

"Ya. Ayo, kita berteman!" ujar Rhea dengan senyum.

Luna bisik-bisik pada Dona dan juga Siera. "Kayaknya hantu itu ngajak Rhea berteman deh."

"Gue gak ikutan kalau kayak gitu." Ucap Siera.

"Ke kita guys, bukan ke gue aja," Perkataan Rhea berhasil membuat ketiga temannya melotot kaget sekaligus merinding. "Jadi siap-siap aja."

GHOST ROOMS [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang