Bagian 28 : Perlombaan

6.8K 939 37
                                        

Play song :

Ziva Magnolya - Munafik

..

Mimpi tapi tak berani

Ingin pergi tak bernyali

Bahagia di ujung hari

Akankah terjadi?

Tapi munafik ku menunggu tak tentu

Bila tak kunjung datang kepastian tentang waktu

Ku menunggu harimu tak ragu

Yakinkan diriku, kita tak sekedar buang waktu

..

Seperti biasanya, perlombaan 17 Agustus yang diselenggarakan SMA Pramudiya Bangsa setiap tahunnya selalu meriah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti biasanya, perlombaan 17 Agustus yang diselenggarakan SMA Pramudiya Bangsa setiap tahunnya selalu meriah. Kemeriahan ini berlangsung selama seminggu dengan lima hari diselenggarakan perlombaan dan dua harinya festival dibuka untuk umum.

Hari ini hari pertama perlombaan. Kelas Rhea sudah mengantongi satu juara yaitu lomba koin tepung. Saat ini sedang dilaksanakan perlombaan pukul air. Dona menjadi perwakilan kelas untuk ikut lomba.

"AYO, DONA! SEMANGAT!"

Rhea, Siera, dan Luna berteriak di sisi lapangan. Bendera merah putih menempel di sisi kanan dan kiri pipi mereka. Rambut mereka diikat oleh pita berwarna merah, serta menggunakan kaus putih yang diberikan sekolah khusus untuk acara ini.

Dona yang matanya ditutup oleh sebuah kain, memukul-mukul udara beberapa kali, padahal balon air itu ada sisi yang lain.

"SALAH, DON! ITU LU GESERAN KE KANAN DIKIT!" teriak Luna yang langsung dipelototi Alfa yang tengah memantau perlombaan, dia sepertinya bagian dari panitia.

"Mampus lu dipelototin Kak Alfa!" Rhea tertawa melihat ekspresi Luna yang langsung diam.

"Hahaha... Si Luna langsung diem." Ejek Siera. Luna mendelik kesal, lalu kembali fokus pada Dona yang hampir berhasil memukul balon air itu.

"AYO, DONA!"

BUGH!

Balon air pecah. Sontak Rhea dan teman-teman kelasnya yang lain langsung bersorak senang. Ini menjadi kemenangan kedua mereka. Rhea, Luna, dan Siera berlari ke tengah lapang memeluk Dona yang sudah jingkrak-jingkrak kesenangan.

"Kita menang, yey!!"

"Asik makan-makan di kantin!!"

Perlombaan dilanjutkan dengan perlombaan renang. Semua orang yang tadi diam di lapangan kini pindah ke kolam renang. Rhea dan kawan-kawan duduk di tribun penonton sambil membawa papan bertuliskan menyemangati Langit. Papan itu dibuat oleh anak kelas buat beberapa hari lalu, terlebih fans Langit garis keras.

GHOST ROOMS [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang