(Ghost series #4)
Ada sepuluh pintu misterius di asrama terbengkalai dekat sekolah. Lalu, dengan bodohnya Rhea dan Nagara membuka pintu yang tak pernah tersentuh selama puluhan tahun itu. Teror pun dimulai, namun ingat peraturan ini;
Membuka satu pi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langit baru saja selesai dengan latihan renangnya.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Keadaan sekolah tentu saja sudah sangat sepi, hanya ada dia sendiri di sini sambil membawa tas selempangnya berisi keperluan renang.
Namun, ia salah besar. Saat ini di sekolah tidak hanya dia saja, namun ada dua orang yang berjalan menuju asrama terbengkalai di belakang sana.
Langit mengenali siapa kedua orang itu, Rhea dan juga Nagara.
"Ngapain mereka ke sana? Bukannya asrama itu udah lama gak kepake, ya?" Tanyanya pada diri sendiri. "Jangan-jangan mau berbuat mesum?!" Langit melotot tak percaya. Ia lalu mengikuti langkah mereka.
Langit sedikit ragu dengan gedung tua yang masih berdiri kokoh itu, dari luar saja sudah terlihat begitu menyeramkan dan membuat merinding.
Deg
Langit terdiam melihat foto besar yang terpajang di lobi asrama. Meskipun dalam keadaan yang temaram, Langit yakin ia tidak salah melihat.
"Nenek?"
Foto yang terpajang itu adalah neneknya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Tapi... kenapa bisa ada di sini?
Trek
Fokus Langit teralihkan saat mendengar suara aneh berasal dari lantai dua. Kepalanya mendonggak. "Suara apa tuh?"
Langit teringat kembali dengan niatnya ke mari, yaitu mengejar Rhea dan Nagara. Laki-laki itu lantas pergi ke lantai dua dengan sisa keberaniannya, jika benar Rhea dan Nagara sedang berbuat mesum di tempat ini, Langit akan melaporkannya kepada pihak sekolah nanti.
Langkahnya sampai di lantai dua. Keadaan sama temaramnya, akhirnya Langit menyalakan senter di ponsel dan terus berjalan. Hingga sampai ia melihat sebuah pintu terbuka di ujung sana dan sepertinya mereka juga ada di sana.
Perlahan, Langit mendekat dan sampai di depan pintu. Ia melihat Rhea dan Nagara seperti sedang berbicara dengan seseorang, namun Langit tidak dapat melihatnya.
"Rhea?" Panggil Langit.
Gadis itu menoleh, matanya lantas melotot kaget. "Langit lo kok bi---"
SRET!
BUGH!
Langit merasa lehernya dicekik seseorang, namun Langit tidak bisa melihat siapa pelakunya. Langit sulit untuk bernapas.
"KENAPA ADA KETURUNAN PRAMUDIYA DI SINI!!!"
Langit dapat mendengar hal itu. Suaranya... tidak asing?
Rhea berlari menghampiri, meminta makhluk itu untuk melepaskan Langit. "LEPASIN!!"
Nagara ikut membantu. "Lepasin!!"
Dalam sekali dorongan Rhea dan Nagara di dorong dan terjatuh ke belakang.