(Ghost series #4)
Ada sepuluh pintu misterius di asrama terbengkalai dekat sekolah. Lalu, dengan bodohnya Rhea dan Nagara membuka pintu yang tak pernah tersentuh selama puluhan tahun itu. Teror pun dimulai, namun ingat peraturan ini;
Membuka satu pi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat ini, Nagara, Alfa, Zidane, dan Nafi tengah berkumpul di perpustakaan SMA Pramudiya Bangsa yang tampak lenggang. Hanya ada mereka berempat ditambah satu penjaga perpustakaan di dalam ruangan dua lantai ini. Lantai satu dipakai untuk tempat menyimpan banyak buku, sedangkan lantai dua dipakai untuk ruang belajar. Dan di sinilah mereka, di lantai dua perpustakaan. Jendela sengaja dibuka lebar-lebar agar angin segar bisa masuk dan mereka tidak gampang termakan kantuk.
"Kita lagi cari apa nih?" Alfa bertanya pada Nagara yang tengah sibuk dengan buku album tebal di pegangannya.
"Cari orang buat kasus kamar nomor tiga." Nagara membalas tanpa menoleh.
"Jangan bilang lo investigasi tanpa kita-kita?" Nagara mengangguk kecil. "Why? Kita itu udah jadi tim!" Ucap Alfa dengan nada lebaynya.
Zidane menonyor kepala Alfa pelan. "Apa sih lebay lu! Emang mau lo bangun malem-malem buat nyari perkara sama hantu?"
"Ya, kagak. Tapi 'kan kita best friend!"
Nafi mendelik jengah. Dia lalu berdiri dan bergerak untuk menyumpal mulut Alfa dengan permen. "Udah diem, jangan berisik ini perpustakaan!"
"Permennya enak! Merek apaan, Fi?" Tanya Alfa begitu indra pengecapnya merasakan rasa manis asam yang meletup-letup di mulut.
"Enak karena gratis!" Sinis Nafi.
Alfa nyengir. "Ya, itu maksud gue. Kalau masih ada gue mau lagi."
"Eh, si monyet gak tahu diri!" Zidane menimbali.
"Ketemu!"
Nagara mengangkat buku album itu tinggi-tinggi setelah berhasil menemukan nama yang sedang dia cari-cari. Nagara mengeluarkan ponsel lalu memotret foto dan biodata itu pada Rhea.
Septa Nugraha. Lahir di Jakarta 1 Juni 1984. Hobinya bermain basket dan gitar. Dia anak tunggal sebelum ayahnya meninggal, namun pada saat umurnya 20 tahun ibunya menikah lagi dan melahirkan seorang adik perempuan bernama Marin. Saat ini dia sudah menikah dan sudah dikaruniai anak perempuan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.