11. Tindakan Fanya dan Xiaoting
Teriknya matahari membuat para murid merasa gerah, hingga bulir-bulir keringat mulai membanjiri pelipis mereka. Langit yang cerah tanpa awan semakin menambah panas dan hembusan angin yang lemah tak mampu memberi kesejukan. Mereka berusaha mencari bayangan pohon atau bangunan untuk sedikit berlindung dari panas yang menyengat.
"Gila panas banget, mana abis olahraga," keluh Fanya sambil mengipasi dirinya dengan tangan, mencoba mengusir hawa panas yang menguar dari tubuhnya.
"Siapa, sih, yang punya ide buat kasih jam olahraga siang-siang gini?" gerutu Xiaoting mengusap keringat yang mengalir di dahinya.
"Ayo ke kafe beli minum, biar seger," ajak Harvey. Tanpa ragu, keempat temannya-Fanya, Xiaoting, Haruka, dan Thea-langsung setuju.
Mereka baru saja selesai jam olahraga di lapangan outdoor. Sekarang, mereka berjalan menuju kafe sekolah yang dingin untuk mendinginkan tubuh sambil menunggu waktu istirahat kedua tiba.
"Lo mau pesen apa?" tanya Fanya setelah mereka sampai di depan kasir.
Kafe itu terletak di dalam sekolah dan dilengkapi AC yang dinginnya langsung terasa menyegarkan. Mereka semua sudah tidak sabar ingin menikmati minuman dingin di tempat yang sejuk.
"Gue ice americano aja," jawab Xiaoting dengan cepat.
"Milkshake strawberry buat gue," sahut Haruka sambil melihat menu di atas kasir.
"Gue hazelnut latte," timpal Harvey sembari memandangi sekitar kafe mencari tempat duduk kosong.
"Vanilla latte, deh, buat gue," ucap Thea.
Setelah semua pesanan siap, mereka mengambil minuman masing-masing dan menuju ke meja kosong di dekat jendela. Dari situ, pemandangan lapangan sekolah terlihat dengan jelas-tempat mereka berkeringat beberapa saat yang lalu.
Mendadak, Fanya berdecak kesal sehingga menarik perhatian Thea yang asyik dengan ponselnya.
"There's something wrong?" tanya Thea penasaran.
"Lo liat ke sana," tunjuk Fanya ke arah lapangan.
Mereka semua mengikuti arah pandangan Fanya dan melihat Ayanna sedang berteduh di bawah pohon bersama kelompok yang mereka kenal sebagai Inti Lion Cave. Kebetulan kelas Ayanna, Erlang, dan Fanya memang punya jam olahraga yang sama tadi.
"Kayaknya kemarin jambakan lo kurang bikin dia jera, Nya," ujar Xiaoting sambil berdecih.
Fanya mengangguk, raut wajahnya menandakan kalau dia sebal. "Itu hama emang belum kapok kayaknya."
"Iya, kurang itu kayaknya, Nya." Haruka ikut menyahut.
Tiba-tiba Fanya menyunggingkan senyum miring membuat Thea yang duduk di depannya merasakan firasat buruk.
"Mau ngapain, lo?" tanya Thea penasaran.
"Gue yakin hama itu otw ke sini. Liat aja nanti," jawab Fanya sambil tetap memperhatikan Ayanna yang kini mulai berjalan menuju kafe sendirian.
Suara bel pintu berbunyi, menandakan seseorang masuk ke dalam kafe. Tak lama kemudian, terdengar suara benda jatuh-eh, lebih tepatnya seseorang jatuh terjerembap ke lantai.
"Ups! Pffttt," tawa Fanya sembari menutup mulutnya berusaha menahan tawa, tapi gagal.
Seluruh murid di kafe pun tertawa terbahak-bahak melihat Ayanna yang terjatuh dengan wajah menempel ke lantai.
"Makanya, kalau jalan lihat-lihat, dong! Mata lo ada, kan?" sindir Fanya menyeringai puas melihat Ayanna yang berusaha bangkit.
Ayanna baru saja tersandung kaki Fanya yang memang sengaja dijulurkan ke jalur sempit di antara meja mereka dan arah menuju kasir. Dengan wajah merah menahan malu, Ayanna mencoba mengabaikan tatapan sinis di sekelilingnya dan kembali berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue Figuran? | END
Fiksi Remaja⚠️ Warning 18+ Grace Aradina Diandra, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terjebak dalam dunia novel dan menjadi figuran yang hanya disebut-sebut untuk melengkapi cerita. Di dunia baru ini, ia menempati tubuh seorang gadis bernama, yang sepertinya d...
