30. Hah?
Harvey duduk diapit oleh Sely di kanan dan Sean di kiri. Sely tak henti-hentinya memeluk Harvey dari samping, seperti ingin melepas rindu yang bertahun-tahun tersimpan. Sementara itu, Sean dengan santai memainkan tangan Harvey yang sejak tadi tak lepas dari genggamannya. Di seberang mereka, Eric duduk di sofa, tersenyum tipis sambil mengingat masa lalu.
Pemandangan itu membawanya kembali ke waktu ketika Harvey kecil sering berada di tengah keluarga mereka, terutama karena Sely yang selalu mendambakan anak perempuan dan Sean yang sudah menyukai Harvey sejak kecil.
"Kenapa kalian nggak tunangan aja?" celetuk Eric tiba-tiba memecah keheningan.
Harvey, Sean, dan Sely serempak menoleh dengan ekspresi terkejut ke arah Eric.
"Bener banget!" pekik Sely antusias. "Mommy lihat kalian udah mesra aja, bajunya samaan, tadi juga gandengan terus."
Harvey merasa wajahnya memanas mendengar komentar itu.
Eric menambahkan dengan nada menggoda, "Avey nggak mau tunangan sama Sean?"
Mau banget! Yakali gue nolak Sean? Mana dia perfect banget, batin Harvey yang hampir histeris menahan malu.
Alih-alih menjawab, Harvey hanya menggaruk pipinya dan menyembunyikan wajahnya di bahu Sean.
Eric dan Sely tertawa melihat tingkah Harvey yang menurut mereka menggemaskan. Sean pun terkekeh pelan sebelum berkata santai, "Atur aja, Dad."
Mendengar itu, Harvey langsung menggigit bahu Sean sebagai protes kecil, sementara Sean hanya membalas dengan mengacak rambutnya.
Setelah berhasil menenangkan diri, Harvey akhirnya duduk tegak kembali.
"Avey, Mommy denger kamu sempat amnesia, ya? Sekarang gimana? Kamu udah baik-baik aja, kan?" tanya Sely dengan nada khawatir.
Harvey menoleh dan menjawab, "I'm okay, Mom."
"Kamu ada rasa sakit waktu ingat memori kamu gak?" lanjut Sely.
Harvey menghela napas sejenak sebelum menjawab, "Avey baru ingat semalam, Mom. Sebelumnya, Avey nggak ingat satu pun sejak kecelakaan itu."
Ucapan itu membuat ekspresi Sely berubah sedih, sementara Eric yang mendengarkan hanya terdiam dengan rahang mengeras.
"Mommy cuma mau kamu nggak terlalu memaksakan diri buat ingat. Kalau ingatannya bikin kamu sakit, lebih baik jangan dipaksa, ya. Memori apa yang kamu inget, sayang?"
Setelah sedikit ragu, Harvey menjawab dengan pelan, "Tentang kecelakaan waktu itu, Mom."
Mendengar itu, Sely tersentak. "Astaga!" pekiknya sambil melirik Sean yang tetap tenang seolah sudah tahu jawaban Harvey.
"Avey gapapa, Mom. Waktu itu memang bukan salah Sean. Avey inget, ada anak kecil yang dorong Avey," jelas Harvey berusaha menenangkan Sely.
Eric akhirnya angkat bicara, "Kayaknya Dad harus selidiki siapa yang dorong kamu waktu itu."
Namun Sean langsung menimpali, "Dad, Avey nggak mau. Dia minta aku lupain aja, soalnya kejadian itu udah lima tahun lalu."
Lima tahun lalu? Waktu gue umur 12? Gue kira waktu kecelakaan itu gue masih umur delapan, kayak di mimpi, batin Harvey terkejut.
"Iya, Dad. Yang penting sekarang Avey baik-baik aja," tambah Harvey dengan senyum kecil.
Sely yang kembali ceria mulai menggoda, "Avey pas amnesia jadi nakal, ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue Figuran? | END
Ficção Adolescente⚠️ Warning 18+ Grace Aradina Diandra, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terjebak dalam dunia novel dan menjadi figuran yang hanya disebut-sebut untuk melengkapi cerita. Di dunia baru ini, ia menempati tubuh seorang gadis bernama, yang sepertinya d...
