37-38. Bad Day
Matahari sudah tepat di atas kepala, memancarkan sinarnya yang terik, menandakan bahwa waktu telah memasuki siang. Udara yang panas membuat suasana terasa agak mencekam, tetapi di sisi lain, keheningan ini terasa nyaman bagi Harvey. Sambil menikmati milkshake stroberi yang dingin, ia duduk santai, matanya fokus pada drama yang tengah dimainkan oleh Ayanna di hadapannya.
Ya, Ayanna kini tengah menangis di pelukan sang kekasih dengan baju yang sedikit basah. Sementara itu, Fanya yang menjadi "korban" dalam drama ini, terlihat dengan baju seragam yang sangat basah dan lengket.
Cerita bermula ketika Ayanna dan Inti Lion Cave datang ke kafe saat jam istirahat, yang membuat Harvey dan keempat sahabatnya kebingungan. Awalnya, semuanya berjalan lancar. Ayanna berjalan menuju kasir dan suasana tampak biasa saja. Akan tetapi, semuanya berubah saat Ayanna yang membawa nampan berisi berbagai minuman terjatuh. Xiaoting yang secara tidak sengaja menyandungnya menyebabkan minuman tersebut tumpah tepat ke baju Fanya.
Keempat sahabat Harvey terlihat bingung dan terkejut, sementara Ayanna tampak sangat panik. Debat sengit pun terjadi antara mereka dan kelompok Fanya. Erlang yang biasanya diam, akhirnya ikut menyela. Sementara Kevan dan Raka? Mereka dipanggil oleh guru karena mereka adalah ketua dan wakil ketua tim basket. Pasti kalian heran, bukan? Biasanya tokoh utama adalah ketua basket, tapi di dunia ini, Erlang malah menjabat sebagai ketua voli.
Suasana semakin tegang ketika suara tamparan keras terdengar. Fanya baru saja menampar pipi Ayanna dengan keras, meninggalkan bekas merah yang kemungkinan akan berubah menjadi biru. "Ini buat lo, bitch. Gara-gara lo, semua fitnah jatuh ke gue!" bentak Fanya seraya menendang tulang kering Ayanna dengan keras membuat tubuh Ayanna terhuyung ke belakang.
Ayanna meringis kesakitan, tubuhnya lemas, dan air matanya turun semakin deras. Keempat sahabat yang berdiri melindungi Ayanna tak sempat menghalangi Fanya, sehingga Ayanna jatuh ke lantai. Namun, tubuhnya segera ditangkap oleh Erlang yang langsung menggendong Ayanna.
Rambut Fanya ditarik dengan kasar oleh Deri, yang membuat Fanya mundur beberapa langkah. Thea segera meninju perut Deri, sehingga tarikan rambut Fanya terlepas.
Deri terkekeh sinis sembari memegangi perutnya. "Lihat, Fanya! Lo bawa pengaruh buruk buat temen-temen lo. Mereka jadi kayak lo yang selalu cari masalah! Lo tuh nggak pantes punya temen!" ujar Deri dengan nada menantang.
Perkataan Deri membuat Fanya terdiam, membeku di tempatnya.
Jose yang melihat reaksi Fanya tersenyum miring. "Bener, kan? Sifat lo nggak pernah berubah, Fanya," ejeknya.
Digo juga tak mau kalah ikut menambahkan, "Kalau mak lampir itu nggak mundur dari Erlang, gue makin yakin kalau dia cuma suka cari masalah!"
Xiaoting yang mendengar celaan itu, tiba-tiba berteriak marah, "Kalian semua nggak usah sok kenal sama Fanya! Mana ada sahabat yang diem aja waktu temennya kesakitan?!"
Jose hanya menjawab dengan sarkasme. "Tuh, lihat temen lo yang duduk di sana," sambil menunjuk ke arah Harvey yang duduk dengan tenang sambil memandangi keributan.
Semua mata kini tertuju pada Harvey. Dengan senyuman mengejek, Harvey menanggapi, "Yakin gue diem aja?"
"Lo bego?" ejek Jose. "Semua orang tahu lo dari tadi cuma diem!"
Harvey mendecih dan bangkit, membawa gelas susu setengah penuh. Dia berjalan mendekat, matanya menatap Jose dengan dingin. Suasana semakin mencekam.
Dengan cepat Harvey melemparkan air minuman itu ke arah Ayanna yang masih digendong Erlang, hingga membasahi mereka berdua. Semua terdiam, terkejut dengan tindakan Harvey.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gue Figuran? | END
Teen Fiction⚠️ Warning 18+ Grace Aradina Diandra, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terjebak dalam dunia novel dan menjadi figuran yang hanya disebut-sebut untuk melengkapi cerita. Di dunia baru ini, ia menempati tubuh seorang gadis bernama, yang sepertinya d...
