59

145 11 4
                                        

HARI ini Gea menginjakkan kakinya ke sekolah dengan perasaan yang bercampur aduk.

Rasa asing yang dulu ia inginkan, kini ia sendiripun tak mengerti mengapa ia merasa... kehilangan?

Jika dulu ia sangat ingin terlepas dari gangguan seorang Andra, kini ia tak menginginkannya lagi.

Karena melamun, tak sengaja ia menyenggol tempat sampah yang ada di pinggir koridor, membuat isinya tumpah keluar.

Belum reda rasa terkejutnya, ia dikejutkan kembali dengan teriakan Bu Dona yang baru keluar dari ruang BK.

Mata Gea melotot kaget saat membaca tulisan yang ada di atas pintu kaca.

RUANG BK

"Walah, mampus gue. Kayak orang ngigo gue, jalan aja gak nyadar."

Sebelum tertangkap oleh Bu Dona, Gea melarikan diri tak tentu arah. Tentunya, bukan ke arah kelasnya.

"Sekali ini lagi ya Allah, besok Gea tobat lagi." gumamnya sambil berlari.

Gea berhenti di halaman belakang sekolah, napasnya terengah-engah.

Ia terdiam sesaat sambil menatap pagar tembok di hadapannya, memertimbangkan apakah dirinya bolos saja atau tetap kembali ke kelasnya.

"Sepertinya ada yang mau bolos, tuh, Pak!"

Refleks, Gea berbalik badan. Di sana terlihat ada seorang guru laki-laki, bersama dengan dua orang siswa yang Gea kenali. Satunya adalah seorang siswa kelas 12 yang merupakan Ketua OSIS, dan siswa lainnya adalah... Andra.

"Mau ngapain di sini?" tanya Pak Guru.

Mata Gea melirik ke segala arah, memikirkan sebuah alasan agar terhindar dari hukuman.

"Siram tanaman." Gea nyengir sambil memeluk pohon besar, yang untungnya ada di sebelahnya.

"Ini Sargea, Pak, anak kelas 10. Langganan dihukum, udah banyak nih namanya di buku hitam OSIS." kata Angga, si Ketua OSIS.

"Nah, Andra ada temennya, nih. Angga, catet dulu namanya."

Angga membuka bukunya, siap untuk mencatat nama Gea.

"Nama?"

Gea memutar matanya. "Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya siapa nama aku?"

Angga berdecak, tapi tak urung ia menulis nama Gea beserta kelas dan pelanggarannya.

"Saya gak bolos kok, Pak." kata Gea, masih membela diri.

"Gak bolos, ngapain masih bawa tas gitu? Bukannya belajar di kelas."

"Baru mikir, Pak. Belum ketemu jawabannya tadi, mau bolos atau masuk kelas." ujar Gea.

Mendengar jawaban Gea, susah payah Andra menahan tawanya. Senyumnya pun ia usahakan agar tak terlihat.

Pada akhirnya Gea dihukum bersama Andra.

"Tolong buku-buku yang ada di kardus ini dicatat banyaknya ya. Setelah itu, susun semuanya di rak, disusun sesuai judulnya. Jangan asal taro saja!"

"Pak, saya ngawasin mereka, 'kan?" tanya Angga.

"Ya enggak, dong. Keenakan kamu nanti, gak ikut pelajaran."

"Lah, kabur nanti mereka, Pak."

"Ada Bu Resih itu."

Bu Resih merupakan seorang penjaga perpustakaan.

Gea mengintip dari balik rak buku. Ia mendengus kecewa, sebab dirinya tidak akan bisa kabur jika ada yang jaga seperti ini.

Setelah pak guru dan si Ketua OSIS itu keluar perpustakaan, barulah Gea mendengus sambil memanyunkan bibirnya.

GEANDRA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang