"Truk itu akan berangkat melintasi Rue de Rivoli. Dominico dan Rashe sudah menunggu di Montaigne. Aku ingin kau berada di Chambes, lalu ambil jalur bawah tanah dan berhenti di Saint-Hugo. Lakukan pergantian supir secepat yang kau bisa. Kau mengerti?"
Adriano mengangguk paham.
"Semua barang itu harus sudah sampai di landasan terbang tepat pukul 20.00 malam sebelum pemberkatan dimulai." lanjut Kiev sambil meneguk minumannya. "Satu kesalahan maka kita akan tamat."
"Aku mengerti."
Pesta pernikahan Benjamin de Lacros memang satu alasan kenapa Kiev berada di Paris. Namun alasan utamanya adalah karena tepat malam ini pula Esmond Santos— ayah mertua dari Benjamin— akan menggunakan jalanan bawah tanah kota Paris untuk memasok ratusan kilogram kokain ke seluruh pelosok Eropa.
Ia duduk di ruangan yang sama dengan Benjamin. Temannya itu tampak begitu menikmati malam terakhirnya menjadi lajang dengan sentuhan-sentuhan para pelacur. Anak-anak konglomerat memang akan menghabiskan jutaan dollar untuk pesta bujang liar seperti ini. Setiap tamu yang diundangnya tak hanya dijamu dengan anggur-anggur sekelas Chateau Margaux 1787 tapi juga pelacur-pelacur terbaik yang berasal dari berbagai ras. Esmond Santos bahkan tak malu-malu mencium bibir salah satu yang duduk dipangkuannya.
"Hei, kenapa kau tak melakukan apa-apa? Siapa nama gadis itu tadi?" Benjamin bertanya pada salah satu wanita bugil yang duduk di sampingnya. Yang ditanyai menggeleng tidak tahu. "Hei kau, siapa namamu?"
"S—Seraphina."
Kiev menoleh pada gadis yang duduk di sebelahnya itu. Gaun merah gelap yang dipakai cukup minim dan ketat, hampir seluruh pahanya terekspos. Namun tangannya yang gemetaran berusaha menutupinya sementara wajahnya memancarkan ketakutan saat menatap ke arahnya.
"Layani temanku dengan baik! Kau sudah kubayar mahal untuk itu. Jika hanya duduk-duduk saja, untuk apa kau dan tubuh molekmu itu ada disini?" bentak Benjamin.
"Sepertinya dia orang baru," sambar Esmond. "Kemarilah biar kulatih cara menghisap, sayang."
"Aku minta maaf atas situasi menyebalkan ini, Kiev."
"Aku rasa dia tipe pemalu," kata Kiev. "Kami akan ke kamar saja, kalau kau mengizinkanku untuk pergi lebih awal."
Benjamin tertawa sambil mengangguk-angguk. "Tentu. Kau salah satu tamu terhormatku. Aku harus memastikan bahwa kau menikmati semua jamuan dan dilayani dengan baik disini. Nikmati waktumu dengan gadis pemalu itu atau kalau kau mau aku akan menyuruh yang lebih profesional—"
"Gadis ini sempurna, Benjamin."
Benjamin menepuk pundak Kiev sambil tertawa-tawa dan berbisik. "Tentu saja. Gadis pemalu selalu menyenangkan di atas ranjang. Kalau begitu, selamat bersenang-senang. Dan kau—" Benjamin menunjuk wajah Seraphina. "—jangan harap masih bisa melihat matahari pagi besok kalau kudengar keluhan dari temanku ini, paham?"
"Si— si, Senor."
"Beritahu aku kalau dia tidak mampu menyenangkanmu." kata Benjamin pada Kiev.
Seraphina pun mengikuti pria yang dipanggil dengan nama Kiev itu keluar dari ruangan tersebut. Di belakangnya, ia menjaga jarak cukup jauh sementara tangannya masih mencoba untuk menarik-narik gaunnya. Padahal ia sudah berada di Casa de Madam Belle sejak kecil dan pemandangan seperti diruangan tadi sudah biasa dilihatnya. Tapi ini adalah debut pertamanya sebagai seorang PSK karena sebelumnya ia hanyalah seorang pelayan yang bertugas menyajikan minuman-minuman kepada pelanggan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLIMAX
RomansaLeonelle #3 Memiliki profesi sebagai seorang psikiater telah membuat Kashi Patlers terbiasa menghadapi pasien-pasien dengan gangguan mental. Ia ahli dan kompeten. Banyak yang berhasil sembuh usai dirawat olehnya. Namun keahlian tersebut malah menyer...
