Chapter 40 - douleur infinie

30K 2.2K 229
                                        

Rules baca cerita on going : vote sebelum baca
biar authornya semangat buat lanjut.
***

The Funny Horse Night Club, Brussels

"Jadi Kiev masih belum kembali?" tanya Mario pada Adriano.

"Belum. Ini juga membuatku sakit kepala," keluar Adriano. "Kau temukan sesuatu?"

Sambil menyesap minumannya, diam-diam Mario meletakkan secarik kertas di atas meja bar. Agar tak menimbulkan kecurigaan, Adriano langsung menyembunyikan kertas tersebut ke dalam saku jaketnya sehingga mereka terkesan seperti sedang bertransaksi narkoba. The Funny Horse adalah kelab malam paling terkenal dengan perdagangan narkotika di Brussel. Disana hanya ada bandar, pecandu dan pelacur. Kehadiran polisi hanya akan merusak suasana.

"Namanya Matthias Patlers," kata Mario. "Dia pemasok Tsavo yang baru. Aku sudah tulis nama kapal yang akan memberangkatkan narkoba itu disana. Kemungkinan akhir pekan ini Matthias akan mengawal sendiri kapal tersebut ke Brussels. Tiga ratus kilogram Tsavo disembunyikan di dalam kotak susu bubuk lansia. Kapalnya mengambil rute yang berbeda agar tak terlacak. Kami akan mengawasi semua pintu pelabuhan dan informanku akan memberikan kita nomor kontainernya."

"Siapa informanmu? Apa dia bisa dipercaya?"

"Lihat dua bocah yang berdiri di sebelah Rui Lander?" tanya Mario sambil mengedikkan dagunya pada sekelompok laki-laki di sofa ujung yang sedang minum-minum. "Birdie dan Jimmy. Karena satu kecerobohan, mereka mau tak mau harus bekerja untuk kepolisian sekarang. Aku tak sepenuhnya mempercayai dua cecunguk itu tapi sejauh ini kerja mereka bagus."

"Jadi kau bilang tadi Matthias Patlers akan mengawal sendiri Tsavo hingga ke Brussels?"

Mario mengangguk. "Namun fokus kita menangkap Harsh. Kita tak akan tangkap Matthias dulu. Dia hanya umpan."

"Kenapa kau pikir dia bisa arahkan kita kepada Harsh?"

"Dia adalah saudara laki-laki Kashi Patlers."

"Tunggu," kata Adriano. "Aku pernah dengar nama gadis ini. Dia bersama Kiev saat kami ke Paris waktu itu."

"Begitukah?"

"Ya, tapi apa hubungan gadis ini dengan semuanya?"

"Sulit menjelaskannya namun percaya padaku. Gadis ini punya hubungan dengan Harsh," kata Mario, sengaja menyebut nama Harsh ketimbang Kiev karena ia tak punya waktu menjelaskan segalanya kepada Adriano saat ini. "Menurut data yang ada, ini akan menjadi kali pertama Matthias menginjakkan kakinya di Brussels. Dia bisa saja mengutus orang kepercayaannya untuk mengawal narkoba di perjalanan. Kenapa mengambil resiko besar untuk datang sendiri? Pasti karena dia ingin menemui adiknya. Jika benar firasatku, maka disanalah kita akan menemukan Harsh."

"Kita tak akan bisa menangkap Harsh tanpa dia yang terlibat langsung dengan transaksi itu. Tanpa menangkap Matthias terlebih dahulu, semuanya akan sia-sia."

"Benar," sahut Mario. "Tentu kita akan menangkap Matthias. Tapi setelah kita berhasil menemukan siapa orang di balik nama Harsh ini. Tak hanya mereka berdua, tapi semua bedebah yang terlibat di jaringannya akan membusuk di penjara."

"Bagaimana dengan kontainernya?"

"Seperti kataku sebelumnya, sisanya kalian yang urus. Bakar narkobanya, seperti yang biasa kalian lakukan. Dengar, Adriano. Tak mudah sampai di titik ini. Memusnahkan Tsavo dan menangkap Harsh akan jadi operasi terbesar melawan penyelundupan narkoba selama sepuluh tahun terakhir di Brussels."

"Lalu kau akan dapat promosi, kan?" Adriano terkekeh. "Itulah yang selalu diincar para polisi. Mereka tak peduli pada narkoba. Mereka hanya peduli pada posisi."

CLIMAXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang