"Cause he is already fallin' in love with my f*cking dick, pretty boy.."
Deg!
"Mr. Filip?!" Can tak dapat menyembunyikan wajah terkejutnya.
"What?" Filip bereaksi biasa saja.
Dirinya menatap Can lamat-lamat.
"Ben, sekarang aku tahu kenapa kau tidak bisa melupakan pria mu. Dia manis"
"Jangan sentuh dia!"
Filip bersmirk.
"Maka kau yang akan menggantikannya!"
"Tidak! Kita sudah tidak berhubungan lagi, jangan menggangguku! Kita sudah selesai!!"
Filip hanya bersmirk menatap Ben yang masih tanpa menatap sibuk mengemut milik kekasih kecilnya walau jelas dirinya sudah datang niat mengganggu.
"Aku tidak mengiyakan kita selesai, keputusan sepihak tidak dianggap!"
"Pergi tinggalkan kami berdua! Aku ingin menikmati kekasihku!" perintah Ben dengan menoleh akhirnya, meminta Filip untuk pergi terlebih dahulu karena bicara bisa kapan saja, yang penting ia pergi dulu 'kan.
Selesai bicara begitu, Ben berdiri pun menuntun membenarkan posisi Can untuk duduk dimeja memperlihatkan h*le nya. Bersiap untuk permainan inti.
"Can, izinkan aku" ucapnya.
Perlahan tapi pasti, Ben mengarahkan p*nisnya ke h*le Can lalu mendorong Ben kecil untuk masuk baik-baik.
"Mari ku bantu kalian berdua untuk merasakan nikmat,"
Dengan secepat kilat, detik berlalu begitu saja tanpa permisi. Setanpa-permisi Tuan Filip Frantzich yang tiba-tiba ikut memasukkan miliknya ke dalam Ben.
Semua masuk dengan sempurna. P*nis Ben ke Can, p*nis Filip ke Ben.
"Anghh.." Desah mereka bertiga dengan Ben berhadapan dengan Can, sementara Filip berada dibelakang Ben sudah siap sekali untuk bergerak full energy.
"LEPASKAN!" Ben berusaha mendorong menjauh pinggang Filip, mantan Tuan nya.
Sungguh, bagai naluri Ben melihat ke Can. Menatap matanya mencoba mencari manik mata yang terpejam itu.
Kenapa merem? Kan belum gerak?
Namun Filip berkata,
"Tidak akan ku lepaskan. Ben, kau tahu? Kau berhasil membuat ku bebas dari rasa sakit hatiku dengan berganti sekarang aku mencintaimu,"
"Jadi tidak akan pernah ku lepaskan cinta baru tumbuh ini"
"Jangan bodoh- AAKK!" Perkataan Ben terhenti seketika saat Filip menghentakan miliknya kasar.
Lalu kemudian mereka berdua menoleh ke arah Can bersamaan.
"Ugh!"
Can reflek menutup mulutnya sendiri dengan bola mata yang membesar sedikit saat ia ternyata meloloskan desahan akibat hentakan Filip ke Ben tadi.
Filip bersmirk sedangkan Ben menatap sedikit tak menyangka. Bahkan ia sampai melihat ke arah persatuan mereka, p*nisnya yang masih ditelan h*le Can setengah.
Lalu Ben menatap Can lagi.
Berselang satu detik dengan Filip menghentakan p*nis panjangnya lagi pada Ben.
"Akhh!" Desah mereka berdua. Ben dan Can.
Smirk Filip pun semakin lebar.
"Kalian berdua sangat sexy.. Terutama bayi mu, Ben. Aku menginginkan bayi mu juga" ucap Filip tanpa berpikir terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dancing on my body (21+)
General Fiction🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞 🔞⚠️ WARNING! 21+ USE VIOLENCE ⚠️🔞 💦 LGBT LAPAK!!! ⚠️ MENGANDUNG ADEGAN SEX YANG TDK WAJAR DIHARAPKAN KEBIJAKSANAANNYA! @crescentmoon608
