53 🔞

14.6K 91 6
                                        

Maafin gue...

_______________________

"V-Vio! Kau kenapa!"

Kay berusaha menahan tubuh Vio yang mendekat ke arahnya.

"Hey! Vi...."

Kay berusaha tetap menahan bahu Vionna. Walau tanpa penerangan sedikit pun, namun Kay dapat rasakan Vio mengincar area lehernya.

Sedangkan Vionna tidak mau menyerah, entah apa yang tengah ia pikirkan, tapi dirinya hanya akan bisa melakukan ini saat sedang merasa kesal pada Kay-nya. Setidaknya kali ini sedikit lebih kasar.

Sementara Vionna memojokkan nya, satu tangan Kay meraba-raba dinding untuk mencari saklar.

Namun belum sempat Kay menemukan saklar lampunya, Vionna malah menarik nya lalu menghempaskannya ke ranjang mereka yang sudah dirapihkan serta dibalutkan kain putih oleh Kay tadi siang.

"Teruslah panggil aku dengan namaku!"

Vio bergerak menindih tubuh Kay lalu mulai mengecupi leher Kay.

"Maka setelah ini tolong jangan bicara apapun dan nikmati saja!"

Vionna menahan kedua tangan Kay diatas kepala nya. Perempuan muda ini mulai menjilat basah beberapa bagian dari santapannya.

"Aku tahu apa yang kau tutupi, Kay! Apa kau pikir aku tidak akan kembali? Bahkan selama ini kau tidak jauh dari mata-mataku!"

"Sshhh... Berhenti sekarang dan dengarkan aku!" suruh Kay dengan masih berusaha membrontak dibawah kukungan adik kecilnya ini.

Entah kenapa saat ini tenaga Vionna terasa sangatlah kuat, atau mungkin Kay yang tidak memiliki tenaga yang cukup kuat untuk menolak serangan dari Vionna kali ini?

"Bagaimana dengan perasaanku selama ini? Kay! Seberapa dalam kau tahu tentang cintaku, huh? Bahkan kau tidak menyadari bahwa kau telah melukai hatiku hari ini!"

Yang Kay rasakan memang tidak ada tenaga sama sekali untuk lepas dari Vionna bahkan sedari awal perempuan muda ini menyentuhnya.

Sedangkan Vionna menahan gemuruh panas dalam hatinya. Menangis bukanlah cara dirinya mengekspresikan sakit hati pada Kay. Maka, seperti sekarang lah caranya.

"Ah! Vio... Maaf-Hhhh...."

Namun Vionna tidak menggubris lagi. Dirinya melepaskan tangan Kay dan beralih melepaskan kancing kemeja Kay juga satu persatu.

Membelai bahu mulus Kay sembari melepaskan kemeja, Vionna sudah tak sabar untuk mengecupi lebih banyak lahan dari tubuh Kay.

Vionna membersihkan leher serta bahu mulus itu dari beberapa helai rambut panjang Kay dan mulai menyapanya lembut dengan kecupan kecil.

Dilanjut dengan sapuan lidah hangatnya dari bahu naik ke leher. Berakhir diperpotongan leher jenjang itu, Vio mulai menyesap untuk menciptakan tanda merah-keunguan disana.

Kedua tangan Kay memegangi bahu Vionna. Mungkin mewakilkan penolakan dalam dirinya, tapi fakta yang terjadi adalah Kay hanya bisa meremas bahu sempit Vio.

"Hhhh... Cukup..." racau Kay.

Vionna membelai dahi Kay.

"Tidak ada kata cukup untuk menikmati tubuhmu, Kay!"

Vionna meraih tengkuk Kay. Diajaknya Kay duduk. Kemudian Vionna merapihkan rambut Kay, menguncirnya disatu tangan lalu Vio tarik rambut itu.

"Dengar aku baik-baik, Sayang..." Vio mengecupi dagu terbelah cantik khas Kay.

Dancing on my body (21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang