55

2K 14 0
                                        


Vionna merasakan sangat hangat dalam tubuhnya. Ketika dirinya membuka mata, ternyata matahari sudah kembali lebih terang, dan terang nya menyinari seluruh kamar.

Tubuhnya masih polos tanpa benang, hanya bonus beberapa tanda merah keunguan dibagian paha dalam dan payud*ra nya. Itu hadiah karena Vionna berhasil melewatinya walau akhirnya tertidur duluan ditengah permainan. Lagi dan lagi.

Sementara wajah penuh nafsu yang semalam Vionna lihat, sekarang sudah lebih tenang tertidur pulas disampingnya. Bahkan Vionna melihat seperti Kay tersenyum dalam tidurnya. Apa dia benar-benar puas semalam?

Walaupun tubuh Vionna masih terasa lemas dan sedikit sakit, tapi Vionna tidak sedikitpun menyalahkan sosok pemilik wajah tenang disampingnya ini.

Vionna meraih ponselnya, dia memfoto Kay yang masih tertidur. Menurutnya, inilah saat-saat tercantik Kay. Tertidur sehabis puas, seperti wajah itu lebih pure dan alami.

Sebenarnya Kay cantik disetiap saat. Mau dengan cahaya bulan seperti kemarin malam ataupun matahari hangat seperti sekarang. Kay wanita tercantik dimata Vionna.

Vionna sempatkan kecup bibir yang menjilatinya tadi malam. Kembali pakai bajunya, sebelum akhirnya Vionna keluar kamar untuk mencari sesuatu yang bisa membasahi tenggorokannya.

Hendak menutup pintu kamar, namun ketika Vionna berbalik dia dikejutkan dengan kedatangan sosok yang sepertinya familiar. Bukan. Bukan Filip mantan Kay bersama pacar-pacarnya, bukan juga teman Kay. Dia...

Hanya dengan melihatnya aja Vionna merasa dirinya bergetar. Ada sesuatu yang memicu dirinya menjadi panik seketika. Seketika tubuhnya lemas, getaran ini hebat, trauma nya kembali seperti hari pertama trauma itu menyerang.

"Saya disini ingin menemui anak saya, tapi betapa beruntungnya kita bisa bertemu lagi? Anak tiri ku?"

Dada Vionna terasa sakit. Jantungnya tidak memompa dengan baik, kepalanya mulai pusing sekarang.

Bahkan semakin sakit ketika sosok pria matang didepan sana melihati dirinya dari atas sampai bawah dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Smirk itu... membuat Vionna takut.

"Cantik~ Apa kabar?"

Detik itu juga Vionna tumbang. Kaki nya begitu lemas, dia tersungkur didepan pintu kamar. Merunduk dan mulai menangis.

Nada itu ketika memanggilnya pakai sebutan 'Cantik!' Seribu kali Vionna bisa bersumpah! Dia nggak mau mendengar panggilan itu selain dari Kay tadi malam!

Vionna berusaha menutupi telinganya. Suara pria ini menyakiti dirinya. Sosok yang nggak sanggup Vionna lihat lagi!

Dia, Smith Warodom.

"VI!!!" Beruntung kini Kay sudah berada disampingnya. Kay ikut bersimpuh berusaha menenangkan Vionna.

"Kau baik-baik saja?! Apa yang-" Kay tak sengaja melihat sosok lain didepan sana.

"Ayah??"

Sekarang Kay tau kenapa Vionna bisa bersimpuh lemah seperti sekarang.

"Bagaimana Ayah bisa masuk? PERGI!!!"

Berbeda jauh dengan sosok pria tua angkuh itu. Dia sama sekali tidak bergeming! Tatapannya sama sekali tanpa kasihan walau tubuhnya tidak setegap dulu.

"Tanpa menjelaskan sesuatu padaku? Kamu berani usir Ayah mu sendiri demi dia?" Smith Warodom menunjuk Vionna dengan jari telunjuknya seolah jari itu menyalahkan dan menyudutkan keberadaan Vionna.

"Pergiii!!!! Kita bisa ketemu diluar setelah ini tapi sekarang Ayah pergi!!! Vionna nggak boleh lihat Ayah!"

"Kay... I'm scared." Vionna menangis memeluki Kay-nya.

Dancing on my body (21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang