Kay dan Vionna sampai di negara tempat Vionna disiksa dulu.
Tidak, Kay tidak akan membiarkan Vionna melihat rumah itu lagi, jadi Kay membawa Vionna untuk bermalam di salah satu apartmen cukup mewah.
"Tidur, Vi. Besok pagi baru kita ke rumah sakit jenguk Ibu."
Vionna berbalik menatap Kay.
"Sini." Kay membentangkan tangannya. Mereka pun berpeluk diatas kasur.
Ini memang sudah larut malam, mereka juga baru tiba beberapa jam yang lalu. Jelas mereka lapar, ngantuk, pegel, lelah sekali. Kay menyimpan sedikit tenaga, dan itu hanya untuk memeluk Vionna semalaman.
"Kita tinggal disini saja ya... Tidak perlu khawatir, Ibu akan baik-baik saja."
Selanjutnya Kay dan Vionna kissing seperti rutinitas biasa sebelum tidur. Bahkan kasih blowjob sekali ke anak itu biar nyenyak tidurnya.
Kecupan basah berubah jadi jilatan terus menerus menghantam klitoris menegang Vionna. Bahkan anak itu beberapa kali menjambak meminta Kay menyudahi ini karena dirinya takut membanjiri kasur lagi, tapi sepertinya Kay tidak akan pernah puas malah haus akan air kenikmatan itu! Menunggu air itu membasahi seluruh wajahnya, bau amis yang terkesan manis dicampuri perasaan senang bak air dari surgawi.
Vionna tersentak-sentak pinggulnya. Nafasnya sudah makin tak karuan, bahkan melempar kepalanya kebelakang saat sengat-sengatan ngilu itu tak berhenti menyerang. Ini sudah berkedut, Vionna merasa dirinya sudah sangat dekat pada pelepasan.
"Tahan.."
Kay sudah gila! Harus pakai cara apalagi Vionna menahannya.
"T-tidak bisa-Mmm~~"
Kay lepas sebentar blow job nya, ia alihkan langsung mencium bibir Vionna lagi. Kay tidak mau permainan ini cepat berakhir kalau Vionna cum sekarang. Jadi disetiap Vionna sudah ingin keluar, Kay akan berhenti sejenak untuk menetralkan tubuh Vionna baru nanti memulainya lagi.
Sungguh! Vionna makin frustasi dengan permainan Kay sekarang ini. Bayangkan cumming-nya dipermainkan terus menerus demi bertahan lama permainan panas diatas ranjang!
Wangi khas dan sensasi amis dari vagina nya sendiri dapat ia rasakan dibibir Kay saat mereka berciuman. Ah! Vionna sungguh tidak peduli dengan itu. Vionna hanya ingin mengikuti semua permainan panas Kay karena ia begitu menyukainya.
Sampai ciuman Kay perlahan turun lagi ke leher. Ia membiarkan leher itu mulus tanpa tanda karena mereka akan bertemu orang tua mereka besok. Tapi dibagian dada semua tanda itu berkumpul. Bahkan puting Vionna sudah semakin sensitif dan geli saat Kay terus menyusu disana. Kalau ini bukan sentuhan yang candu, Vionna akan meminta terus berhenti karena ia benar-benar tidak kuat, ia takut pingsan karena terus dibuat melayang ngilu dan keenakan yang tidak ada berhentinya.
Kay jadi teringat sejenak, saat ia pernah berkali-kali menjadi saksi Vionna disentuh orang lain selain dirinya. Perasaan cemburu tentu ada, bahkan Vionna juga pernah melihat Kay disentuh orang lain. Mereka sama-sama tau saat itu mereka belum terikat apapun. Walau begitu, Kay tetap melihat tubuh Vionna dengan tatapan bersih tanpa merasa jijik karena tubuh ini sempat didekap orang lain. Bahkan bagian yang paling privat sekalipun, Kay tetap melihat ini sebagai tubuh polos seorang manusia yang bisa terbawa hawa nafsu kapan saja dan bisa melakukan kesalahan berulang kali. Jika ada yang bahas kesucian, sungguh manusia itu tempatnya kotor. Manusia cuma melakukan kemunafikan untuk menghakimi orang lain. Sedang manusia yang paling manusia adalah dia yang berlaku jujur pada setiap hal yang disukainya.
Hal yang disukai Kay?
"Kayhhh~~ C-cumm..Mghhh~"
Tentu panggilan nama dilanjut desahan panjang dari seorang wanita lemah dibawah tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dancing on my body (21+)
General Fiction🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞 🔞⚠️ WARNING! 21+ USE VIOLENCE ⚠️🔞 💦 LGBT LAPAK!!! ⚠️ MENGANDUNG ADEGAN SEX YANG TDK WAJAR DIHARAPKAN KEBIJAKSANAANNYA! @crescentmoon608
