I love you, Sayang...
Vote!
Butuh dipeluk dicium bolak balik. Terus dilaminating, wkwk.
Let's go!
_____________________
Kay berada tepat didepan kantin rumah sakit.
Bukan untuk makan, tapi ia butuh udara segar.
Merogoh saku celana depan, memilih satu batang rokok sebagai penghangat tubuh dan penjernih pikiran.
Satu batang rokok sudah ia bakar dibelah bibirnya.
"Hahh...." Menghisap dalam-dalam, lalu mengeluarkannya dengan nafas panjang tersenggal-senggal.
Rileks. Rasanya otot-otot pundak yang semula menegang, kini sedikit melunak.
Kay merunduk lagi. Melihati sepasang sepatunya, sampai menyadari ada sepasang sepatu lain yang menghampirinya dari depan.
"Mau coba rokok Ayah?"
Yap. Smith Warodom ada disini.
Pria gagah yang tingginya semampai dengan Kay itu tersenyum licik.
"Pasti adik kecilmu itu masih ada disana 'kan?"
Kay hanya membalas tatap lalu membuang muka untuk menghembuskan asap rokoknya tanpa menjawab perkataan Ayahnya sama sekali.
"Ayah menepati perjanjian kita. Sekarang silahkan tepati janjimu sendiri! Selama kau patuh pada Ayah, Katnaya... Ayah berjanji tidak akan menampakkan diri lagi selamanya dihadapan Vi- O- nna~" Pria itu tersenyum sumringah saat mengeja nama Vionna.
Sialan. Kay malah semakin kesal sekarang. Rokok ini kembali hambar rasanya ketika Smith datang!
"Ayah sudah berikan semua yang kamu mau. Kau bilang butuh waktu, Ayah kasih waktu untukmu memutuskan semuanya. Kau minta mobil, see? mobil yang tadi kau pakai memangnya punya siapa? Lalu kau meminta aku menyingkir dari kehidupan gadis itu selamanya, barusan aku menjalani perintahmu dengan baik bukankah?"
Semua yang dikatakan Smith memang benar. Kay meminta semua itu.
"Katnaya Warodom, Aku hanya meminta kau untuk mencabut tuntutannya dan menetap disini menjadi ahli waris yang baik untukku!"
"Kenapa aku harus menuruti semua perintahmu?"
Seketika kilat matanya berubah menjadi memicing. Smith Warodom belum pernah dipermainkan sebelumnya, kecuali oleh anaknya sendiri.
"Ayahmu ini lelah menjadi BURONAN, Katnaya!!" kecam Smith yang sudah berkalut emosi sekarang.
"Ayah sudah menghilang hampir seminggu bahkan Bodyguard Ayah sendiri tidak tahu kemana Ayah pergi! Betapa tersiksanya Ayah menjalani kehidupan dengan menutupi identitas asli. Kalau Ayah mau, Ayah bisa memaksamu dengan cara yang lain. Bukankah kau dan aku sama?" Nadanya kembali pelan dan santai, senyuman licik itu balik lagi.
"Aku tahu kau juga pelaku yang belum diadili, sama sepertiku. Kita sama-sama pelaku kriminal!"
"I am me. There's no human who wears the damn same shoes as a devil like you."
"Exactly! You are!" ucap Smith.
"Siapa memangnya yang telah membuat Ayah kandung pacarmu sendiri menjadi korban tabrak lari? Vionna hanya menutup mata dengan fakta itu karena dia dikendalikan perasaan konyol itu. Fakta dimata tuhan, kita sama, Katnaya! OPEN YOUR EYES! Kau adalah pelaku yang menyebabkan seseorang meninggal. Kalau kau tetap ingin melanjutkan tuntutannya pada Ayah, maka kau juga akan terseret masuk kedalam penjara!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dancing on my body (21+)
Ficción General🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞 🔞⚠️ WARNING! 21+ USE VIOLENCE ⚠️🔞 💦 LGBT LAPAK!!! ⚠️ MENGANDUNG ADEGAN SEX YANG TDK WAJAR DIHARAPKAN KEBIJAKSANAANNYA! @crescentmoon608
