54 🔞

7.8K 49 0
                                        

"Mmm~~ Ah-anngg~"

Walau tidak bisa dipungkiri. Fakta terpenting yang ingin Kay suarakan bahwa saat-saat inilah, desir hangat dalam darahnya seperti mengalir dari bawah naik ke atas.

Merinding semua bulu menjalar hingga membuat Kay mendesis pun kedua alisnya sedikit mengerut keenakan.

Penyebab semuanya adalah lidah itu! Yang kini berada penuh dimulut Kay menari-nari tidak ada bosannya.

Kay hampir kehilangan akal saat berusaha mencoba menyeimbangkan gerakan lidahnya.

Sembari mengusap-usap rambut halus itu dan bilang dalam hati, "Iya, aku tidak akan kemana-kemana. Lidahku tetap disini, Sayang.."

Atau, "Sshhh... Sayang. Kau terlalu nafsu, pelan-pelan~"

Kay bahkan sampai memajukan sedikit kepalanya. Sungguh! Ini sedikit memacu Adrenaline.

"Vi-Oo... Hnnhh.."

Hanya itu kata yang dapat Kay selipkan dalam permainan tukar lidah ini.

Tadi hanya ciuman lebih lama permintaan awalnya kalau diingat.

'Ssshhitt'

Kay memiringkan kepalanya ke kiri, lalu ke kanan.

Belai. Terus membelai lembut tubuh putih seputih susu milik Vionna menyalurkan perasaan hangat dari dalam hati hingga tak sadar kini tangan Kay sudah masuk menyelinap dan melepaskan pengait bra Vionna.

Memegang, meremas pinggang ramping itu sensual. Baru tindakan sederhana, tapi Vionna beberapa kali meloloskan lenguh manja dalam ciuman. Kay tahu Vio sedang memancing dirinya seperti yang biasanya terjadi.

Dan Vionna sepertinya selalu mendapatkan apa yang dirinya mau.

"Ayo lakukan itu sekarang, Kay!"

Pikiran Vionna kini mulai melayang. Andai-andai mereka harus pulang ke Amerika, kalau-kalau Kay tidak memberi izin dirinya ikut dengannya.

Vionna mungkin akan sedikit takut saat bertemu Smith Warodom nanti, tapi ia lebih tidak bisa jika harus berpisah lagi dengan Kay.

Penantian lama itu sudah Vionna hentikan semenjak dirinya memutuskan datang ke club dance setahun lalu dan kini bertemu setiap hari dengan Kay lah yang dia inginkan semata.

Vionna selalu teringat bahkan dulu Kay melindungi dirinya walau dalam benci. Kay mungkin tidak menyukai keluarga baru, tapi Kay tetap menjalankan perannya sebagai kakak tertua dan anak pertama. Vio tidak mungkin melupakan hal itu. Bahkan tak jarang Kay menggagalkan aksi ayahnya sendiri waktu hampir-hampir menyentuh Vionna kecil.

Sekarang semua sudah lama berlalu, namun Vio tetap menginginkan perlindungan itu untuknya selamanya. Egois dan obsesi, begitulah adanya.

Kay kecil juga manatahu perlakuan sederhananya itu bisa menjadikan seseorang tumbuh menjadi liar seperti sekarang.

Yang Kay tahu ayahnya memang keterlaluan, jika Smith Warodom bukanlah ayahnya atau Kay tidak bermarga Warodom yakin Kay sudah menghadiahi hukuman yang setimpal.

Sedang Kay bertanya lagi pada dirinya. Apa benar dia telah jatuh sedalam-dalamnya dengan Adik kecilnya ini? Yang jelas Kay belum mau ini berakhir.

Hanya satu pertanyaan. Jika hati belum mau mengakuinya, tangan Kay mengaku secara suka rela. Vionna sejujurnya sedikit terkejut kala Kay menanggalkan semua pakaian nya tak tersisa.

Kini Kay mulai beringsut lagi memeluk Vionna dari belakang. Tangan nakal itu berada di dada Vio sementara yang lainnya menggerayangi paha sampai pinggang. Vionna serasa ingin melayang sekarang!

Dancing on my body (21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang