21. Rasa Hidup

180 18 0
                                        

"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Cashel berada di kamarnya.

Kamar laki-laki ini jauh lebih rapi dari penampilannya yang seperti berandalan. Bahkan lebih rapi dari milikku di atas. Disana penuh robot dan barang-barang berserakan. Tempat ini dipenuhi dengan banyak tanaman hias. Seperti kebun dalam ruangan! Apakah dia menyukai merawat tanaman? Dia orang aneh!

"Bagaimana jika kita saling tanya jawab! Aku akan bertanya dan kau menjawab saja!"

"Baiklah! Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Cashel lagi.

"Kau duduk saja!"

Mungkin aku harus mencari cahaya yang sesuai, disini saja! Aku mencari tempat duduk dan merekam Cashel yang benar-benar kaku di depan kamera.

"Baiklah! Perkenalkan dirimu!" Pintaku.

"Namaku Cashel Livingston!"

"Umurmu?"

"22 tahun!"

Dia masih muda! Aku tersenyum dan melihat Cashel lebih santai lagi.

"Apa yang kau suka Cashel?" Tanyaku.

"Aku suka menanam tanaman hias dan membuat robot untuk anak-anak!"

"Robot untuk anak-anak?"

"Iya, karena aku sering melihat anak-anak tidak memiliki teman bermain yang peduli pada mereka. Jadi ingin membuat mainan untuk mereka, yang bisa menemani mereka dalam banyak hal!"

"Kau suka anak-anak?"

"Sangat suka! Tapi mereka takut padaku! Hahahah..."

"Jadi apa tujuanmu mengikuti kompetisi robot ini?" Tanyaku lagi.

"Aku... Aku ingin membuat perusahaan yang bisa membuat para anak-anak bahagia juga perusahaan yang bisa membantu kehidupan semua kalangan. Miskin, kaya, anak-anak, orang dewasa, tua, muda, semua orang! Aku ingin membuat mereka tahu bahwa Perusahaan WAS, adalah perusahaan yang memiliki visi misi seperti itu! Apakah kau memiliki pertanyaan lagi Serry?" Tanya Cashel tersenyum padaku.

Pertanyaan lagi?

Apa yang ingin kutanyakan kepada Cashel lagi? Aku menggeleng kepada Cashel, mungkin cukup sampai disini. Cashel berdiri dan berjalan ke arahku. Dia mengambil kamera dan mengarahkannya kepada wajahku.

"Sekarang aku yang bertanya!"

"Apa?" Tanyaku melihat ke arah kemera.

Tidak mungkin video ini akan masuk ke dalam video perkenalan Cashel. Aku menatap kamera lagi tanpa tahu apa yang akan Cashel tanyakan padaku. Apakah tentang robot?

"Baiklah! Kenapa kau ingin bergabung dengan Perusahaan WAS?" Tanya Cashel.

"Hmm... Kenapa? Jujur atau tidak?" Tanyaku.

"Jujur!"

"Kalian tidak menghakimiku saat awal bekerja disini! Itu membuatku senang karena kalian menerimaku disini!"

"Jujur saja Serry! Katakan saja!"

Apa dia tahu hubunganku dengan Orland? Aku memalingkan wajahku dan bergerak maju. Tidak mungkin dia tahu bagaimana aku bisa ke tempat ini. Semuanya karena permintaan kakaknya padaku.

"Itu rahasia!"

"Kenapa rahasia?" Cashel masih merekamnya.

"Karena aku malu!"

"Kenapa harus malu?"

"Cashel! Jangan di rekam! Aku tidak mungkin mengatakan aku butuh pekerjaan karena dipecat? Itu memalukan! Lagipula itu bukan salahku membuat robot serupa. Robotku juga lebih bagus dari perusahaan itu. Hentikan! Kau mau terus merekamku?" Tanyaku menatap Cashel.

Robotic In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang