Ibu benar-benar kejam!
Bagaimana bisa ibu meninggalkan ayah di rumah sakit ini sendirian? Bahkan ayah hanya membawa Kitty saja untuk menemaninya. Aku mencari kamar ayah dan menemukannya sedang duduk bersama Kitty.
Lagu ibu diputar lagi, ayah bernyanyi dan menari tidak jelas. Dia melihat Kitty dan jendela luar yang menampakkan langit biru cerah.
"Ayah?"
"Serry? Kau datang? Aku sudah menunggumu!"
"Ayah menungguku?"
"Iya! Bianca itu aneh, tiba-tiba dia datang dan menculikku. Lalu dia membawaku ke tempat ini."
"Oh, lalu?"
"Lalu aku kesal dan marah padanya. Dia tiba-tiba melakukan sesuatu padaku! Aku sangat malu!" Ayah menutupi wajahnya yang memerah.
Ibu melakukan apa pada ayah? Lupakan saja! Itu urusan ibu dan ayah. Yang jadi masalah adalah ayah disini sendirian. Bagaimana jika ayah bertindak nekat saat malam hari? Mungkin kabur dari rumah sakit ini. Itu sangat berbahaya!
"Apakah ayah baik-baik saja tinggal disini?"
"Iya! Aku harus jadi anak baik kata Bianca! Jika aku baik, kau akan baik-baik saja! Jadi aku akan jadi anak baik!" Ayah kembali ke tempat tidur dan tidur dengan nyaman.
"Baiklah! Tapi ayah harus mematuhi kata dokter dan suster. Jangan marah, kesal, atau melempar barang! Aku akan datang lagi jika kompetisi itu selesai. Aku harus pergi beberapa hari bersama teman-temanku. Ayah tidak apa-apa kan disini sendiri?" Tanyaku menggenggam tangan ayah.
"Tidak apa-apa! Ada Kitty juga Bianca akan datang lagi kemari membawa banyak makanan untukku! Kau harus bisa memenangkan kompetisi itu!"
"Aku akan berusaha!"
"Semalam aku juga melihat kau menari dengan Cashel!"
"Ayah melihat televisi?" Tanyaku mengupas apel untuk ayah.
"Iya! Aku bosan disana! Jadi aku menonton tv dan melihatmu. Kenapa kau harus melakukan itu dengan Cashel? Apakah kalian pacaran?" Tanya ayah penuh selidik.
"Kami bukan kekasih!"
Bagaimana cara ayah menyimpulkannya seperti itu? Memangnya kami terlihat seperti itu? Aku menahan senyuman dan memberikan potongan apel untuk ayah.
"Baguslah! Aku juga tidak suka kalian menjadi kekasih! Kalian itu tidak serasi!" Ayah membuka mulutnya lebar-lebar.
"Bagaimana ayah menyimpulkannya seperti itu?" Tanyaku sedikit kesal.
"Dia anak yang seenaknya! Ayah juga tidak suka penampilannya seperti berandalan."
"Ayah? Kenapa selalu melihat dari luarnya saja? Apakah ayah selalu seperti ini melihat kepribadian seseorang?"
Jangan katakan ayah juga tertipu dengan penampilan Trevon H dulu! Ayah terlalu melihat ke penampilan seseorang tanpa tahu apa yang ada di hatinya. Aku rasa Cashel adalah pria baik-baik. Penampilan seseorang juga bisa berubah-ubah. Jadi di masa depan nanti mungkin saja Cashel menjadi pria yang memakai jas setiap hari.
Apa yang kubayangkan sekarang?
Aku menepuk pipiku dan menyuapi ayah lagi.
"Tidak! Tapi aku tidak suka kau bersama dengannya. Kau masih kecil!"
"Aku sudah 24 tahun ayah!"
"Bukankah kau masih 12 tahun?" Tanya ayah melihatku.
"Itu sudah 12 tahun yang lalu, sekarang umurku 24 tahun! Lihat aku, aku sudah dewasa! Aku bukan anak kecil lagi ayah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Robotic In Love ( END )
RomanceAku mencintaimu! Sangat mencintaimu! Tidak bisakah kau melihatku sekali saja? Tapi seberapa keras aku mengatakannya dan menunjukkannya padamu, kau tetap berpaling dariku. Sampai aku pergi kau tetap tidak melihatku. Lalu untuk apa kita bertemu lagi...
