37. Bertemu Kau

176 19 0
                                        

"Orland!!!" Aku berlari dan memeluk Orland yang keluar dari dalam mobil.

"Hey, Babe! Ternyata kau sangat merindukanku!"

"Iya! Kau harus tahu bagaimana aku hidup selama ini!"

Pada akhirnya aku bertemu dengan Orland di siang ini. Tentu saja dengan Cashel yang akan membahas tentang bisnis robot penangkap serangga. Demi masa depan dan keuangan perusahaan, kami meluangkan waktu untuk membicarakan tentang bisnis ini. Aku tersenyum pada Orland dan menariknya menuju ke dalam cafe. Aku tidak sabar melihat interaksi mereka berdua.

"Sepertinya kau hidup dengan baik sampai kedua pipimu ini menjadi roti kukus!" Orland mencubit pipiku yang mengembang.

"Tentu saja, Cashel merawatku dengan baik!" Aku duduk di samping Cashel.

"Cashel? Oh lihat si bajingan kecil ini apakah kau sekarang ingin berterima kasih kepadaku yang telah memberikan seorang Serry kepada perusahaanmu itu?" Orland tersenyum miring dan duduk di depan kami.

"Tutup mulutmu itu! Aku memang berterima kasih karena Serry sangat membantu kami. Tapi jangan besar kepala sampai aku bisa membuatku patuh padamu!" Cashel menatap tajam kakaknya.

"Babe, apa yang dia lakukan padamu? Apakah adikku ini melakukan sesuatu yang mengganggumu?" Tanya Orland padaku.

Aku melirik Cashel yang wajahnya berubah menjadi sangat terkejut. Aku menahan senyum dan menundukkan kepalaku.

"Dia melakukannya!"

"Apa? Apa yang dia lakukan katakan padaku dan aku akan memukul bokongnya itu? Kau tidak apa-apa bukan disana? Bahkan aku masih ingin memukul wajahnya setelah beradegan di iklan itu! Sialan! Ide itu gila!"

"Yah, dia dan aku... Kami..." Aku menggantungkan kata-kataku dan melihat Cashel yang wajahnya teramat merah.

Apa yang dia pikirkan? Aku melihat Orland yang menunggu jawaban dariku.

"Kami hanya membuat robot saja! Dia juga baik memberiku blackcardnya. Jadi aku sangat senang!" Aku mengeluarkan kartu hitam yang pegang hari ini.

"Cih, kau menggunakan uang ayah untuk Serry?" Tanya Orland.

"Apa pedulimu? Itu uangku!"

"Aku masih tidak menyangka kau akan tetap diam setelah apa yang terjadi. Sepertinya otak bajinganmu itu mulai bisa berpikir jernih. Aku jadi merasa bersalah memberikan kartu nama perusahaanmu dulu. Serry, kau masih bisa bekerja di Perusahaan G.S.W. jika mau! Lagipula aku yang menggajimu dua kali lipat dari LK! Tentu saja aku masih bosmu!"

"Karena Serry membutuhkannya bodoh! Aku juga bosnya, jadi jangan mencoba berpikir bahwa kau bisa merekrutnya ke dalam perusahaanmu itu! Walau gajiku tidak sebanding denganmu tapi Serry adalah bagian dari WAS! Jangan mencoba mencurinya!"

"Mencuri? Aku meminjamkannya padamu! Siapa yang mencuri dari siapa?"

"Tapi kau hanya menyombongkan gajimu padanya. Aku juga bisa melakukannya setelah robot itu bekerja! Kau kira hanya kau bisa menggaji dua kali lipat dari LK?"

"Dengan perusahaan rintisan baru itu? Jangan bermimpi Cashel! Kau bahkan hanya tinggal di rumah bekas panti asuhan itu!"

"Oh iya? Apakah menurutmu aku tidak bisa melakukannya? Aku bisa!  Jangan berharap merebut Serry! Kau sudah salah memberikannya kepadaku dan aku tidak akan pernah melepaskannya untukmu!"

"Heh... Sekarang aku paham dengan isi kepalamu itu bajingan! Jangan sekali-kali kau menyentuhnya!"

"Kenapa? Apakah kau takut?"

"Bukan aku yang akan memarahimu! Tapi ibu!"

"Ibu?"

"Kau pikir Serry itu hanya temanku? Kau salah! Dia lebih dari itu! Bukankah begitu Serry?"

Robotic In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang