"Kalian yakin?" Tanyaku melihat ke empat orang ini yang berdiri di atas tebing.
Dulu aku memang sering melihat anak-anak bermain disini tapi apakah mereka juga ingin melakukannya? Bahkan sungai di bawah kami sangat dalam dan dingin. Aku melihat ke bawah. Ini sangat tinggi!
"Selagi kita disini! Kita harus bersenang-senang sebelum kembali ke tempat penuh robot! Bersatu dengan alam!" Cashel mundur dan jatuh ke bawah.
Byurrr...
Suara benda jatuh terdengar sangat keras. Cashel muncul dan melambaikan tangannya kepada kami. Aku tidak bisa! Bagaimana jika aku tenggelam? Aku mundur dan membuat tiga anak melompat bersama.
Byurrr...
"Uwooww..."
"Disini sangat dingin! Rasanya berbeda dengan air kota! Nona Serry! Ayo!" Teriak Noam dari bawah.
"Ayo, Serry! Aku akan menjagamu!" Cashel tersenyum dan menatapku.
Melompat? Dari atas tempat ini?
Aku melihat kesana-kemari, tidak ada orang lagi selain kami berlima. Apakah ayah akan marah jika aku jatuh ke bawah? Aku menutup mata dan melompat turun.
Cashel akan menjagaku kan?
Byurrr...
Tubuhku masuk ke dalam air, aku mencoba bangkit dan meraih permukaan air. Aku tidak bisa berenang! Dimana Cashel?
Sebuah tangan menarik tubuhku ke atas. Aku mengambil napas cukup banyak dan mengusap mataku yang begitu perih.
"Uhukkk..."
"Bagaimana? Menyenangkan?" Tanya Cashel mengangkat tubuhku.
"Menyenangkan? Ini menakutkan Cashel!" Aku memegangi pundak Cashel.
Dimana anak-anak yang lain? Tiga orang naik ke atas dan terjun lagi dengan berbagai gaya. Mereka melakukannya lagi?
"Kau coba lagi? Kau pasti akan ketagihan! Aku akan menjagamu! Cobalah lagi!" Cashel membawaku ke tepian.
"Lagi? Cukup aku disini saja!"
"Ayolah! Satu kali tidak membuatmu merasakan kesenangan! Ayo, Serry! Kali ini aku akan melompat bersamamu!"
"Kau yakin?"
"Iya!" Cashel mengulurkan tangannya padaku.
Aku menerima tangan Cashel. Melompat bersama Cashel? Kami sampai di atas tebing lagi. Aku melihat Cashel, dia mendekat dan memeluk tubuhku erat. Rasanya aneh jika terjun bersama.
"Apakah kau siap?" Tanya Cashel.
"Si-ap!"
"Baiklah!" Cashel memegangi kepalaku dan kami terjun bersama begitu cepat.
Byurrr...
Tubuhku begitu sakit saat air menyentuh tubuhku. Mungkin lebih baik kami melompat sendiri saja. Mataku terbuka dan melihat wajah Cashel di dalam air. Kenapa dia tidak membawaku naik? Aku menutup mulutku yang hampir kehabisan napas. Aku harus naik! Aku menepuk tangan Cashel membutuhkan oksigen tapi yang dilakukannya bukan membawaku naik. Cashel menciumku dan memberiku napas buatan. Dia melakukannya secara bertahap.
Aku mencoba mendorongnya tapi tidak bisa. Bahkan aku memerlukan oksigen secara nyata. Tubuh kami naik ke permukaan. Cashel menarik tubuhku untuk didekapnya.
"Maaf!"
"Hmm?"
"Apakah aku kelewatan?" Tanya Cashel mengusap rambutku.
"Kau mencari kesempatan!" Bisikku agar orang lain tidak mendengarnya.
"Yah, bagaimana lagi? Jika tidak ada mereka bertiga aku akan menciummu disini!" Cashel mengusap wajahku.
Mereka bertiga memang disini tapi mereka sangat sibuk untuk terus melompat berulang kali. Aku menatap wajah Cashel. Aku ingin pulang! Tubuhku merasa sakit dua kali terjun dari atas tebing.
"Kenapa kau suka sekali menciumku? Bahkan ini sudah berkali-kali Cashel!" Bisikku lagi.
"Aku menyukaimu, aku menyukai bibirmu, juga karena aku melakukannya pertama kali denganmu. Karena itu aku sangat ingin melakukannya lagi dan lagi! Kau tahu, kau seperti nikotin!"
"Bagaimana bisa?"
"Bisa! Otak kita akan merespon rasa aneh jika berciuman dengan seseorang yang kita sukai. Rasa manis yang ditimbulkannya bukan rasa sebenarnya. Itu hanya ilusi, tapi membuatku ingin selalu menciummu! Selebihnya karena kau mungkin cinta pertamaku!"
"Cinta pertamamu?"
Aku? Aku cinta pertama Cashel?
"Pfttt... Sebenarnya kita pernah bertemu Serry!"
"Bertemu?"
"Empat tahun yang lalu saat aku menunggu hujan di halte. Kau disana! Kau duduk sendirian dan seperti menunggu seseorang yang datang. Awalnya aku tidak tertarik padamu. Tapi kau tiba-tiba berbicara padaku. Kau menawarkan payungmu untukku dan kau berlari ke arah seseorang. Mungkin Jasper! Kalian pulang bersama saat itu dan aku masih di halte melihat payung berwarna merah muda itu. Itu pertama kali kita bertemu."
Kapan? Aku tidak ingat kejadian itu!
"Kau jatuh cinta begitu saja?" Tanyaku ingin tahu.
"Bukan! Bukan saat itu. Apakah kau ingat seorang laki-laki di depan Universitas Bora yang sedang melihat robotnya rusak? Dia menangis disana sendirian. Anak berkacamata dan memakai jaket kebesaran! Apakah kau ingat?"
Anak berkacamata? Tapi di Universitas Bora semua anak seperti itu! Aku juga tidak ingat!
"Kau mendatangiku lagi dan duduk disampingku. Kau bertanya apa yang terjadi padaku dan tiba-tiba saja kau membenarkan robot buatanku tanpa aku minta. Kau juga memberikan kotak coklat saat hari Valentine. Apakah kau ingat?"
Hari Valentine?
Apakah dia yang menangis seperti anak kecil? Aku sepertinya memang bertemu seseorang dan melihat robotnya rusak. Kupikir dia anak kecil yang membutuhkan pertolongan. Jadi aku hanya membantunya dan memberi coklat karena JR menolaknya. Apakah itu Cashel? Tapi dia jauh berbeda dari 4 tahun yang lalu.
"Aku ingat!"
"Saat itulah aku jatuh cinta pertama kali kepada seorang gadis! Dia sangat cantik, baik, ramah, dan begitu perhatian kepada orang lain. Dia membantu tanpa kenal siapa orang itu. Aku baru menyadari kalian adalah orang yang sama saat kau adalah seseorang yang selalu menunggu di halte dan pergi ke Universitas Bora. Aku sadar dan aku kembali jatuh cinta padamu untuk kedua kalinya. Saat kau membantu kami, saat kau membuatku bermain dengan anak kecil, saat kau membuatku terus terkejut atas apa yang kau lakukan. Itulah kenapa aku jatuh cinta lagi padamu! Serry! Aku benar-benar menyukaimu!"
Aku melotot mendengar pernyataan cinta lagi dari Cashel. Dia benar-benar menyukaiku?
Aku menunduk dan memeluk tubuhnya. Anak ini, pria ini, menyukaiku?
"Perlahan-lahan saja kau mengerti perasaanmu padaku. Aku juga tidak akan menyerah untuk mengatakan kalimat cinta sampai kompetisi robot itu berakhir. Setiap hari, setiap waktu, kau akan mendengarnya sampai kau tahu isi hatiku. Aku tidak akan lelah! Bahkan jika setelah itu kau menolakku, aku tetap akan mengatakannya seperti orang gila. Apakah kau tidak keberatan?" Tanya Cashel.
"Ti-dak!"
Tidak mungkin aku keberatan!
Karena aku juga pernah mengatakan perasaan cintaku kepada seseorang. Aku tahu rasa itu! Aku tahu bagaimana mencintai seseorang sampai gila. Jadi, aku paham apa yang dirasakan Cashel. Cashel tersenyum dan memelukku. Begitu hangat dan nyaman. Bahkan air dingin ini tidak membuatku kedinginan sama sekali. Apakah ini juga ilusi?
"Nona Serry! Cashel! Apakah kalian tidak ingin melompat lagi?"
🎮🎮🎮
Salam ThunderCalp!🤗
Emang brondong ini banyak akal!
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
Robotic In Love ( END )
RomanceAku mencintaimu! Sangat mencintaimu! Tidak bisakah kau melihatku sekali saja? Tapi seberapa keras aku mengatakannya dan menunjukkannya padamu, kau tetap berpaling dariku. Sampai aku pergi kau tetap tidak melihatku. Lalu untuk apa kita bertemu lagi...
