"Semuanya sudah masuk?" Tanyaku pada Cashel.
Kami menyewa sebuah mobil besar untuk kembali ke kota, membawa semua barang juga ayah. Cukup banyak yang kami bawa terutama buku ayah yang tersimpan rapi di rumah nenek. Juga beberapa robot setengah jalan milik ayah. Mungkin aku akan meneruskannya. Aku melihat Cashel yang menganggukkan kepalanya.
Akhirnya aku dan ayah akan meninggalkan rumah ini dan kembali ke kota lagi. Setelah 12 tahun ayah disini, dia akan kembali ke tempat itu.
"Ayah! Ayo masuk!" Aku menarik tangan ayah untuk masuk ke dalam.
Ayah masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingku. Di depan Cashel bersama seorang supir. Di mobil lain ada si kembar dan banyak barang yang akan kami bawa ke kota. Semuanya Cashel yang mengurusnya, aku pasti akan banyak berhutang padanya. Sangat-sangat banyak!
"Cashel terima kasih!"
"Hmm... Kita mungkin membutuhkan waktu lama menggunakan mobil! Jadi santai saja. Tuan Alder, jika anda membutuhkan sesuatu katakan saja padaku!"
"Memangnya kau kaya?" Tanya ayah melihat Cashel.
Cashel mengeluarkan blackcardnya dan tersenyum penuh makna. Dia menyombongkannya lagi!
"Itu pasti uang ayahmu!" Cibir ayah.
"Benar! Tapi saya harus menyombongkannya!"
"Serry! Bagaimana caramu mengenal orang ini?" Tanya ayah padaku.
"Entahlah! Aku mengenalnya karena seseorang!"
"Siapa orang itu? Aku akan memarahinya membuatmu mengenal orang ini!"
"Dia temanku!" Aku menahan tawa jika ayah akan benar-benar memarahi Orland.
"Harusnya kau mengenal orang baik lainnya. Lihat penampilannya ini? Apakah dia seorang pembuat robot? Bukannya pembuat onar?" Tanya ayah masih melihat Cashel dengan sangat kesal.
"Ayah harus tahu! Tidak semua orang memiliki hati baik dengan penampilan baik. Cashel memang seperti ini ayah, tapi aku berani menjamin bahwa Cashel adalah orang yang baik!"
Memang aku juga awalnya meragukan Cashel, tapi semakin lama aku mengenalnya dia adalah seseorang yang sangat baik. Dia juga manis. Aku tersenyum dan menatap Cashel di depanku. Aku juga menjadi menggantungkan apapun padanya. Ayah memalingkan wajahnya ke jendela.
Jika ayah semakin mengenal Cashel, ayah pasti tahu kenapa aku bisa menganggap Cashel orang baik.
"Cashel!"
"Iya? Kau butuh sesuatu?"
"Tidak! Aku hanya memanggilmu saja!"
"Jika kau lelah, tidur saja Serry! Perjalanan kita masih sangat jauh, jika kau lapar katakan saja padaku. Aku akan membelikan makanan. Atau kau ingin sesuatu yang lain? Kau juga bisa katakan! Aku dalam keadaan sangat bahagia akhir ini!"
Aku tersenyum dan melihat ke jendela luar. Wajahku terpantul dengan warna merah padam.
Dia sangat menyebalkan!
🎮🎮🎮
Kenapa ayah hanya diam saja?
Ayah melihat ke segala arah dan menatap rumah yang akan menjadi rumah sementara kami. Aku akan berjuang mengumpulkan banyak uang dan membangun rumah untuknya yang baik. Seperti rumah nenek! Yang penuh tanaman, kolam ikan, dan masih banyak hal yang membuat hari-hari tenang melihatnya. Ayah berjalan masuk dan berhenti lagi di depan pintu. Perlahan dia melangkahkan kakinya.
"Benda apa ini? Kenapa bentuknya sangat aneh?" Tanya ayah melihat banyak robot dimana-mana.
"Ini robot mainan untuk anak-anak ayah! Cashel yang membuatnya bersama anak kembar tiga itu. Apakah ayah menyukainya?" Tanyaku membawa tas ayah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Robotic In Love ( END )
RomanceAku mencintaimu! Sangat mencintaimu! Tidak bisakah kau melihatku sekali saja? Tapi seberapa keras aku mengatakannya dan menunjukkannya padamu, kau tetap berpaling dariku. Sampai aku pergi kau tetap tidak melihatku. Lalu untuk apa kita bertemu lagi...
