10. Jam Waktu

222 22 2
                                        

"Maaf berantakan!"

Bukankah dia hanya ingin mengantarkanku untuk apa juga dia ingin menagih biaya perjalanan dengan makanan? Aku hanya memiliki mie instan dan telur. Apakah JR tidak keberatan memakannya!?

"Yah, sepertinya kau tidak pernah belajar dari pengalaman!"

"Duduklah! Aku akan membuat makanan untukmu! Tapi maaf saja aku tidak sekaya itu!" Aku pergi ke kamar mandi dan mengganti bajuku dengan pakaian nyaman di rumah.

Harusnya aku tidak menolak ajakan Orland. Aku justru mendapatkan masalah lebih besar membuat JR disini dan tahu isi rumahku yang dipenuhi rongsokan. Aku melihat JR di depan televisi, apa yang dia tonton? Aku membuat mie dan telur dadar untuknya. Anggap saja seperti dia menjadi anak miskin lagi. Dia tidak mungkin memakan makanan ini dirumahnya.

"Jadi kau tinggal disini setelah pergi dari tempat itu?" Tanya JR memainkan satu robot kecil.

"Tidak, aku berpindah-pindah. Kenapa?"

"Aku hanya penasaran saja! Tempat ini jauh lebih buruk! Juga tempatnya tidak seluas itu!"

Memang! Karena tempat ini yang lebih murah walaupun jauh dari tempat kerja. Aku hanya memiliki satu ruangan menjadi satu tempat. Tapi tempat ini aku sangat menyukainya karena aku tidak perlu terlalu memikirkan tempat ini dan itu. Atau mendekornya seperti rumah yang nyaman. Aku juga hanya tidur di tempat ini saja.

"Harganya murah! Ini makanannya, aku hanya memiliki mie dan telur, jadi jangan protes!"

JR mendongak dan melihatku. Kenapa? Dia ingin mengatakan bahwa makanan ini tidak sehat?

"Baiklah!" JR mengambil makanannya dan menonton televisi seperti seorang anak kecil.

Kuharap dia cepat pergi dari tempat ini setelah memakannya. Aku tidak mau berlama-lama bersama JR. Bukankah dia tidak suka dekat denganku? Dia juga menganggapku pengganggu dan penguntit! Harusnya dia tidak datang ke rumah penguntit! Aku memakan mie ku dan melihat acara sekarang. Kompetisi robot saat ini banyak diperbincangkan. Jadi tentunya banyak stasiun televisi yang memberitakannya.

"Kenapa kau pergi?" Tanya JR memakan telur dadar.

"Pergi?"

"Dua tahun yang lalu? Kenapa kau pergi dari tempat itu?"

"Tentu saja karena kau! Apalagi? Bukankah katamu aku pengganggu dan seorang penguntit? Untuk itu aku pergi!" Aku melihat televisi tanpa mau melihat JR.

Ini sangat canggung membahas tentang hubungan kami. Bukan tentang pekerjaan atau robot tapi tentang hubungan pertemanan kami ini.

"Dan aku benar-benar pergi?"

"Itu yang kau mau! Aku hanya menurut saja, lagipula aku juga bodoh untuk mengharapkan kau keluar hari itu. Tapi aku bersyukur kau tidak melakukannya karena aku bisa pergi dan hidup baik dua tahun ini di LK. Tidak kusangka kau justru bekerja disana dan kita bertemu denganku lagi seperti ini. Kau juga... Sangat buruk memperlakukanku! Maksudku untuk apa kau seperti itu?" Aku mengusap mataku dan pergi membawa mangkuk mie yang kosong.

Aku tidak boleh menangis dan telihat lemah didepannya! Dia JR! Aku menahan tangis dan mencuci piring dalam diam. Tidak ada pembicaraan lagi selain suara televisi dan jam yang berbunyi. Aku ingin dia tahu bagaimana hidupku jauh lebih mudah jika dia tidak ada disampingku.

"Pulanglah! Aku sudah memberikan makanan untukmu!" Usirku melihat JR yang masih berada di depan televisi walau makanannya telah habis tidak tersisa.

Dia masih diam di tempat. Apa yang dia mau lagi? Aku menarik tubuh JR untuk bangkit dan pergi dari rumah ini.

Robotic In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang