Tentang Zehra, gadis tomboi pengidap gangguan mental yang jatuh hati pada lelaki sholeh bernama Gaffi. Trauma masa lalu membuat hidupnya berubah drastis. Mencintai lelaki yang bukan hanya sekedar paham agama melainkan taat agama merupakan tantangan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨
☁️☁️☁️
Dua orang gadis dengan pakaian syar'i membelalak kaget mendengar ocehan gadis tomboi yang kini duduk di hadapan keduanya.
Gadis tomboi itu Zehra, ya dia menceritakan semua kejadiannya dari awal hingga akhir kepada Hana dan Shazfa. Masih di dalam toko Melvin, ketiganya berkumpul bersama.
Diantara Hana dan Shazfa, Hana yang paling kaget mendengar penuturan Zehra yang melaporkan kelakuan karyawan tersebut kepada Melvin. Sementara Shazfa terkejut sekaligus setuju dengan tindakan Zehra.
"Gue setuju banget sih sama lo, Ra. Orang kayak gitu emang harus dikasih pelajaran. Dikira udah cantik dan modis banget ya dia?!" sungut Shazfa sekilas melirik karyawan tersebut dari jauh secara sinis.
"Sustt, jangan gitu. Ini namanya ghibah. Nggak baik ghibahin beliau. Mungkin karena stereotype di lingkungan ini udah begitu," ucap Hana membuat Zehra berdecak.
"Justru stereotype yang kayak begitu harus disaring dulu, Han. Nggak semua stereotype harus kita terima. Ini jelas-jelas dia ngerendahin perempuan yang pakai baju syar'i," jawab Zehra.
"Nah, bener. Dikira kita nggak bisa modis apa?! Walau pakaian syar'i kita juga bisa modis, cuma tau tempat aja," timpal Shazfa.
"Iya, paham sih. Sayangnya stereotype di lingkungan ini diterima mentah-mentah. Padahal berpakaian syar'i bukan suatu hal yang buat kita jadi nggak modis, kayak ibu-ibu, atau semacamnya. Ini karena stereotype yang nyebar kalau perempuan pakai baju syar'i itu mirip ibu-ibu, jadi perempuan jaman sekarang juga mungkin enggan memakai pakaian tersebut," ujar Hana menghela nafas.
Shazfa mengangguk setuju.
"Belum dicoba tapi udah nebak duluan. Padahal baju ini nggak yang kayak mereka pikirkan. Gue pencinta hal-hal modis tetap fine-fine aja pakai syar'i. Awalnya agak gimana karena gue nggak pernah pakai, tapi setelah gue coba terus juga sama aja kayak baju perempuan modis pada umumnya."
"Tapi lo pernah dipanggil Ibu-ibu sama orang lain, nggak?" tanya Zehra.
"Pernahlah. Jujur gue langsung sinis. Tapi ketika gue dipanggil Ibu lagi sama orang lain, gue paparin tuh ke mereka kalo nggak semua yang pake gamis dan jilbab panjang atau menutup dada itu Ibu-ibu."
"Masa bodoh mau tuh orang kesindir atau nggak suka sama perlawanan gue. Jaman sekarang juga nggak usah terlalu mikirin perasaan orang lain, kalo orang lain aja nggak mikirin perasaan kita. Kita harus jaga kesehatan mental kita masing-masing," papar Shazfa panjang lebar.
"Tumben kata-kata lo keren," canda Zehra terkekeh kecil bersama Hana.
Shazfa mendengus. "Tapi gue kesel banget kalo ada orang yang nyebut pake hijab nutup dada kayak Ibu-ibu."