65. BERDAMAI

996 68 11
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

"Udah cukup main-mainnya, Afika. Lo harus tau lagi berhadapan sama siapa," batin Zehra puas menatap perubahan wajah gadis muda itu.

"Jadi Mbak Zehra ini anaknya Tante Gina?" tanya Afika dengan nada bergetar.

Api amarah yang sempat dia tujukan pada Zehra beberapa menit lalu lenyap begitu saja begitu mengetahui suatu fakta.

Jadi benar dugaan di awal kalau Zehra yang bertamu ke rumahnya ini adalah Zehra yang sama, yang menjadi dalang hancurnya pesta ulang tahun Afika.

Tak sampai di situ, Zehra ini jugalah yang dulu tega dan nekat meneror Afika, sampai membuat Afika ketakutan setengah mati.

Ketakutan yang dia rasakan berdampak baik bagi Zehra, karena dengan cara itu Afika langsung menjaga jarak dengan Gina.

"T-terus Mas Gaffi----"

"Gaffi nggak tau kalau kamu Afika anaknya Om Herdian. Selain itu dia juga nggak kenal betul siapa Om Herdian. Iya, kan, Sayang?" kata Zehra menyenggol lengan Gaffi membuat lelaki itu mengangguk.

"Iya, Sayang."

"Saya juga awalnya nggak expect kalau Afika dan Om Herdian yang dimaksud Gaffi itu kalian. Tadinya pas di depan, saya mau nanyain kabar Om Herdian, tapi kayaknya Om nggak bisa ngenalin saya. Ya udah deh, nggak papa," ungkap Zehra panjang lebar.

"Tapi lama-lama saya ngerasa nggak enak. Masa kita saling kenal, tapi vibesnya kayak orang asing gini. Jadi, kalau lupa, gimana kalo kita kenalan lagi? Sekalian saya ngenalin suami nih, kan Om sama Afika ga bisa datang pas acara nikahan saya."

"Kenalin, Saya Zehra Ailya Zerrin anaknya Bunda Gina dan Ayah Danish. Ini suami saya, Muhammad Gaffi Nalendra Alghiffari."

"Waduh, kalo gini kayaknya saya harus ngenalin diri ulang. Soalnya istri saya yang lebih dulu kenal Om dan Afika," sahut Gaffi membuat Zehra menoleh.

Gadis bercadar itu cukup terkejut atas keikutsertaan Gaffi. Padahal dia pikir Gaffi akan diam saja dan tak ingin ikut campur. Ternyata di luar dugaan.

Sementara dari sisi Gaffi sendiri berinisiatif mengikuti alur permainan malam ini. Awalnya sempat bingung karena tak direncanakan, tapi dia juga tidak bisa membiarkan Zehra bermain peran sendirian.

Jika istrinya itu memang ingin identitasnya diketahui, maka akan Gaffi bantu. Alhasil dia pun ikut andil, setidaknya dia bisa membantu Zehra dalam mengungkap identitas asli di depan Herdian dan Afika. 

Menoleh tepat ke arah Zehra, Gaffi bisa mendapati sorot kebingungan dari mata gadis bercadar itu. Meyakinkan sang istri, Gaffi pun mengangguk pelan disertai mata yang mengedip perlahan.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang