43. LAMARAN MAVRA

2.4K 147 71
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

Hari demi hari berlalu begitu saja, waktu terus berjalan dan begitupun kehidupan. Waktu berlalu begitu cepat hingga mengantarkan Zehra di titik dimana satu tahap lagi dia resmi menyandang gelar sarjana.

Usai sidang skripsi 1 bulan yang lalu, Zehra dan yang lainnya langsung sibuk menyiapkan berkas untuk pendataan wisuda.

Syukurlah mereka semua sudah sidang tepat waktu dan bisa mengikuti wisuda di tahun ini. Sedih, senang dan haru bercampur menjadi satu.

Suatu saat mereka pasti akan merindukan masa-masa kuliah. Dimana bagi Zehra, masa ini sangat istimewa. Banyak pelajaran hidup yang dia dapat dari masa ini.

Mungkin bagi orang lain masa kuliah tak seindah masa SMA, tapi bagi Zehra masa ini istimewa karena pada masa ini dia pertama kali merasakan rasanya jatuh cinta, pandangan pertama pula. Namun sayang, cintanya juga harus bertepuk sebelah tangan.

Masa ini juga termasuk masa-masa terberat Zehra, lantaran dia hampir melenyapkan nyawanya sendiri. Ya, begitu banyak lika-liku memang dan Zehra menikmati semua itu.

Sekarang gadis dengan tinggi 167 cm itu tengah berjalan menuju pintu keluar Masjid Universitas, lalu menuruni sedikit anak tangga untuk sampai di tempat dimana mereka melepas dan menyimpan sepatu.

Tidak sendirian, kali ini Zehra ditemani Shazfa dan Hana karena kedua gadis berpenampilan tertutup itu juga sama-sama ingin mengurus berkas wisuda.

"Kok gue jadi sedih, ya? Kayak nggak terasa udah mau wisuda aja," ucap gadis yang mengenakan gamis berwarna cream serta dipadukan dengan hijab pashmina yang juga berwarna senada dengan gamisnya.

"Iya, bener, Shaz. perasaan kemarin kayak baru masuk kuliah. Baru kenalan sama kamu dan Zehra," balas Hana.

Zehra hanya tersenyum menanggapi, dia juga sedih sebenarnya tapi bagaimana lagi? Begitulah kehidupan, terus berjalan.

"Perasaan gue kayak baru datang di nikahannya Nathar, terus baru coba dekat sama Zehra," tambah Shazfa.

"Lo berdua entar kalo udah tamat jangan lupain gue, ya?"

Zehra memutar malas bola matanya melihat ekspresi wajah Shazfa yang mendramatis.

"Lebay, kayak kita beda kota aja. Di jalan juga kemungkinan jumpa sama lo pasti besar," cibir Zehra membuat Shazfa memanyunkan bibirnya.

"Ck! Kan tetap aja sedih. Huaaaa, gue sedih banget kita bakal tamat!"

Shazfa tiba-tiba merangkul Zehra dan Hana menggunakan kedua tangannya hingga membuat Zehra menepuk-nepuk lengan gadis itu. Bukannya apa, tapi rasanya leher Zehra seperti diapit kuat.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang