Tentang Zehra, gadis tomboi pengidap gangguan mental yang jatuh hati pada lelaki sholeh bernama Gaffi. Trauma masa lalu membuat hidupnya berubah drastis. Mencintai lelaki yang bukan hanya sekedar paham agama melainkan taat agama merupakan tantangan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Assalamualaikum
Hai semua. Gimana kabarnya hari ini? 😺👋
Khusus di bulan ini aku mau up lagi dengan waktu yang berdekatan sama chapter sebelumnya. Khusus di bulan ini aja ya, karena bulan ini adalah bulan kelahiranku🥹🫶
Aku memang belum bisa double up di hari yang bersamaan, tapi aku cuma bisa kasih ini aja ya. Terima kasih😻🙏🏻
JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨
☁️☁️☁️
Sekarang Zehra sudah rapi dengan gamis berwarna denim disertai french khimar berwarna hitam yang menutupi tubuh sampai pinggang.
Tiga hari yang lalu Zehra dan Danish berniat bersedekah dengan memberikan makan siang kepada jama'ah Masjid di tempat dulu biasa Zehra sholat. Ayah dan anak itu sepakat akan memberikannya siang ini.
Langsung saja gadis itu pergi ke Supermarket setelah pamit pada Gina. Kali ini Gina ikut berpartisipasi dalam hal memasak yang juga dibantu oleh Bi Ijah.
Jadi saat Zehra selesai berbelanja, mereka bertiga memasak bersama agar pekerjaan cepat selesai.
Pekerjaan jadi terasa ringan karena dikerjakan bersama hingga tak terasa makan siang yang akan dibagikan siang ini sudah selesai dimasak sebelum memasuki waktu Zuhur.
"Dimasukin langsung aja ke mobil, Ra. Sebentar lagi Zuhur, nanti kamu terlambat lagi," saran Gina.
Zehra mengangguk patuh dan segera memasukkan makanan yang akan dibagikan ke dalam mobil.
Hari ini Zehra akan menunaikan sholat Zuhur di Masjid yang dulu sering dia datangi sekaligus tempat Zehra belajar membaca Al-Quran dengan Gina.
Danish juga akan sholat di Masjid tersebut dan mereka berdua akan membagikan makanan siang bersama-sama pada para jama'ah.
Dengan Zehra yang membagikan kepada para kaum hawa dan Danish membagikan kepada kaum adam.
"Iya, Bund. Zehra pergi dulu ya. Assalamualaikum," pamit Zehra sebelum pergi.
Sesuai janji dengan Gina, Zehra tak akan ngebut-ngebut di jalanan dan hati-hati karena dalam posisi membawa makanan.
Jangan sampai makanan yang sudah mereka buat hancur atau malah tumpah akibat kecerobohan dalam menyetir.
Sesampai di Masjid, Zehra akan menunaikan sholat Zuhur berjamaah terlebih dahulu, baru setelah itu dia akan kembali ke mobil untuk menurunkan makanan yang akan diberikan pada jamaah Masjid.
☁️☁️☁️
Mobil berwarna hitam itu melaju membelah jalanan kota yang tak begitu ramai siang ini. Pengemudi mobil hitam tersebut melirik jam tangan berwarna hitam yang melingkar di tangan kirinya.