37. KHAWATIR NIH CERITANYA?

2.7K 136 71
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

"ZEHRA!!"

"Shazfa, jawab saya kamu dimana?" desak Gaffi semakin khawatir saat mendengar ada nama Zehra di sana.

"Di jalan ke arah tempat jualan martabak manis langganan kita dulu. Gue share lokasinya ke lo."

"Gaf, tolong cepat ke sini. Gue takut Zehra kenapa-napa. Gue nggak dikasih keluar dari mobil sama dia, gue takut, Gaf. Tolong cepat ke sini..."

Tangis seorang Shazfa Zelmira Narendra pecah, dia tak bisa menahan lebih lama lagi.

"Tolong jangan keluar dari mobil, Shaz. Saya ke sana sekarang. Assalamualaikum."

Sambungan telepon diputuskan oleh Gaffi sepihak. Shazfa hanya dapat menangis menggenggam erat ponselnya. Dia berdoa kepada Allah semoga Gaffi datang sebelum terjadi apa-apa pada Zehra.

Sementara Zehra kini melawan serangan para preman sebisanya. Dua preman itu menyerang Zehra berkali-kali, mencoba menendang, memukul hingga hampir menyerang secara bersamaan agar mudah didapat.

Syukurlah Zehra dapat menangkis dan melawan. Dengan berbekal pernah adu jotos dengan beberapa preman dulunya, Zehra dapat bertahan.

BUGH!

Serangan berupa tendangan kembali dilayangkan Zehra tepat pada perut salah satu preman hingga membuat preman tersebut tersungkur.

Melihat temannya tersungkur, preman yang satunya langsung menyerang Zehra dengan cara menarik kedua tangan Zehra ke belakang agar gadis itu tak berkutik.

"Lo pikir bisa ngalahin kita? Tenaga lo juga nggak berasa," bisiknya tepat di telinga Zehra.

Gadis itu lantas menggeliat dan membuang wajah ke arah lain. Dia benar-benar jijik mendengar preman itu berbisik di telinganya, ditambah serangan preman itu tak pandang bulu. Tak peduli bahwa Zehra ini adalah seorang perempuan sekalipun.

Susah payah dia melepaskan diri namun gagal, hingga sebelum preman yang satunya bangkit dan ingin menyentuh wajah Zehra, tiba-tiba saja dari arah berlawanan muncul sorot lampu mobil yang berhasil membuat preman-preman itu menoleh panik.

Kesempatan emas, Zehra menggeliat sekuat tenaga dan berhasil. Tak membuang waktu, saat itu juga dia menendang preman yang sempat menarik tangannya.

Dalam hati Zehra bersyukur kepada Allah karena telah menolongnya dengan menghadirkan mobil berwarna putih itu sehingga dapat mengaburkan fokus para preman.

Alih-alih hanya lewat, mobil itu justru berhenti membuat para preman mengambil tindakan secepat kilat. Mereka bersama-sama menahan Zehra kembali membuat gadis itu terkejut.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang