63. MATCHA MIX STROBERI

1.5K 86 24
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

Usai menunaikan kewajiban seorang muslim dan muslimah, yaitu shalat Magrib dan Isya, barulah Gaffi dan Zehra turun dari kamar menuju ruang tv untuk makan malam. Sesuai kesepakatan, malam ini mereka tidak memasak dan memilih pesan antar saja.

Kali ini tidak di ruang makan, tapi di ruang tv. Keduanya memutuskan makan malam seraya bersantai di ruang tersebut sambil menonton televisi.

Soal pesan memesan Gaffi setuju saja, dia membebaskan Zehra soal ingin memasak atau tidak. Kalau lagi mager memasak ya mereka tinggal beli saja, sesimple itu tanpa harus membebankan satu sama lain.

"Biar saya aja yang ambil, kamu tunggu di sini," kata Gaffi diangguki Zehra.

Biarlah lelaki itu yang mengambil pesanan, lagi pula sekarang Zehra tidak sedang mengenakan hijab. Sembari menunggu Gaffi, Zehra menyalakan televisi guna ditonton bersama.

Tak lama, Gaffi kembali dengan menenteng dua paper bag di tangannya. Satu pesanan makan malam beserta minum dari Resto pilihan mereka, dan paper bag satu lagi berisi dessert dan minuman matcha yang berasal dari Cafe Hana.

Tanpa menunggu lama, keduanya langsung menyantap makan malam bersama. Saking semangatnya, Zehra sampai tidak sadar kalau cara makannya sedikit berantakan. Gadis dengan rambut dicepol asal itu membeku sesaat kala ibu jari Gaffi menyentuh sudut bibirnya.

"Ada saus di bibir kamu," kata Gaffi seraya menurunkan jari yang memang terdapat sedikit saus.

"Makasih," balas gadis itu tersenyum malu. Sementara Gaffi juga diam-diam menarik senyum begitu mendapati rona merah di pipi Zehra.

Selesai makan malam, Zehra tidak sabar ingin menyicipi minuman matcha dan dessert yang dia pesan dari Cafe Hana. Padahal perut sudah penuh, tapi dia tetap menyicipi sedikit lantaran begitu penasaran.

Saat pembukaan Cafe beberapa bulan lalu, Zehra tidak sempat datang sebab pada masa itu dia masih menghindari Gaffi. Jadi tidak sempat mencicipi rasa makanan maupun minuman di sana.

"Matcha dari Cafe Hana enak juga ya, dessertnya juga ga kalah sama dessert di Resto-resto lain," celetuk Zehra usai mencicipi sedikit minuman beserta dessert dari Cafe Hana.

"Tapi kenapa dulu kalian nggak sering ngumpul di Cafenya Hana, Gaf? Gue lihat dari luar suasana Cafenya juga nyaman. Minuman dan makanannya juga enak," lanjut Zehra bertanya, mengingat Gaffi dan teman-teman yang lain tidak pernah terlihat nongkrong di Cafe Hana sekali pun.

Kebanyakan postingan nongkrong mereka selalu di Toko Roti Melvin, atau Restonya Raihan. Di Cafe Hana hanya sekali, itu pun bukan nongkrong, tapi pembukaan Cafe.

"Itu karena nggak semua dari kita suka matcha, Ra. Termasuk saya dan Melvin. Saat pembukaan Cafe, saya dan Melvin udah berusaha coba, tapi tetap nggak masuk. Kita nggak bilang matcha itu nggak enak, tapi matcha memang bukan selera kita," jelas Gaffi lembut.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang