47. DRAMA & JAWABAN ZEHRA

2.4K 170 82
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

Mondar-mandir bak setrikaan, sepertinya kalimat ini sesuai dengan Zehra sekarang. Mengigit kuku seraya mondar-mandir di balkon kamarnya usai menunaikan salat dhuha.

Zehra tidak bisa tenang sama sekali. Jantungnya berdebar kencang, otaknya terus bekerja mencari jalan keluar.

Pengecut, sepertinya kata ini yang akan dilontarkan orang pada Zehra sekarang.

Gadis bercadar itu sudah salat istikharah dan yakin kalau Gaffi adalah lelaki terbaik yang Allah kirimkan kepadanya. Tapi dengan pengecutnya dia ingin menghindar karena takut dikira gagal move on.

Padahal? Ya, emang gamon. Emang kalau udah gengsi, apapun dijadiin alasan. Padahal Shazfa dan Hana sudah menasehati, tapi apa? Kalau emang gengsi susah. Apa perlu Gaffi ngerayu dulu biar gengsi Zehra tumbang?

Zehra sudah bersiap jika Gaffi datang. Bagaimana pun juga dia harus mencari jalan keluar. Zehra malu bukan main kalau ketauan gamon.

Suara klakson dari halaman depan rumah membuat kedua bola mata Zehra membola. Gawat, Zehra tak dapat jalan keluar lain yang baik. Ada, tapi ini tidak baik dan akan berdampak besar.

Kabur, iya, jalan satu-satunya adalah kabur. Zehra sudah mengantisipasi hal ini, dia sudah mempersiapkan semuanya jika memang tak ada jalan keluar lagi.

Menggigit bibir bawahnya sekaligus berpikir keras. Tak ada jalan keluar lain memang.

Menghela nafas kasar. "Gue nggak punya pilihan lain."

"Iya, cuma ini doang jalan keluarnya."

Di sisi lain di waktu yang bersamaan, Gaffi beserta keluarga baru saja tiba di rumah Zehra. Mereka tentu disambut baik oleh Danish dan Gina di bawah dan diajak masuk.

Saat memasuki rumah, Gaffi tidak mendapati Zehra di sana. Berpikir positif, mungkin gadis itu masih bersiap. Alhasil, lelaki dengan gamis lelaki atau jubah berwarna hitam itu menunggu sambil mengobrol bersama ruang tamu.

Hampir 20 menit menunggu namun Zehra tak kunjung turun membuat Danish dan Gina tidak enak.

Danish pun izin untuk memanggil Zehra di kamar dan membiarkan Gina tetap di bawah bersama yang lain.

Gaffi jadi gugup saat Danish ingin memanggil Zehra. Entah kenapa dia jadi grogi dan sedikit takut mendengar jawaban Zehra nanti. Hal itu membuat dia ingin permisi ke toilet dan buang air kecil.

"Tante, Gaffi izin ke toilet sebentar, boleh?" tanya Gaffi sopan.

"Boleh dong, Gaf. Kamu jalan lurus ke depan terus belok ke kiri, toiletnya ada di sana," jawab Gina menunjuk arah belakangnya.

Gaffi tersenyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih lalu segera pergi ke toilet. Tepat Gaffi pergi, Danish kembali.

"Maaf ya, Arkana, Serrin. Zehra masih bersiap katanya, maklumlah anak cewe," ujar Danish sambil terkekeh mencairkan suasana.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang