Tentang Zehra, gadis tomboi pengidap gangguan mental yang jatuh hati pada lelaki sholeh bernama Gaffi. Trauma masa lalu membuat hidupnya berubah drastis. Mencintai lelaki yang bukan hanya sekedar paham agama melainkan taat agama merupakan tantangan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨
☁️☁️☁️
Sesuai kesepakatan Nathar dan Gaffi di telpon kemarin, mereka akan datang berkunjung ke rumah Gaffi dan Zehra pagi ini. Hal itu dapat dilihat dari dua mobil yang memasuki pekarangan rumah tingkat dua tersebut.
Mobil pertama diisi oleh Nathar, Hana, Shazfa dan Raline. Lalu mobil kedua ada Raihan, Melvin, dan Vito.
Dari semuanya sudah pasti Shazfa yang paling excited turun dari mobil dan memeluk Zehra yang menyambut di depan pintu rumah bersama Gaffi.
"YUHUUUU, ZEHRA! APA KABAR? GUE RINDU BANGET."
"Bisa nggak lo nggak usah lebay, Shaz? Kita juga baru ketemu bulan lalu," kata Zehra seraya melepaskan pelukan mereka.
"Tau, tuh! Lebay amat, Raline yang jarang ketemu Zehra aja nggak selebay itu," cibir Melvin melewati Shazfa dan memasuki rumah usai Gaffi mengajak mereka semua masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
Di sana sudah tersedia minuman beserta camilan untuk mereka bertamu.
"Ikut campur banget sih lo! Suka-suka guelah."
"Udah-udah, baru juga duduk tuh pantat, udah ribut aja," lerai Vito tak habis pikir melihat Melvin dan Shazfa yang tiada hari tanpa ribut.
"Wah, rumahnya kak Zehra sama bang Gaffi bagus banget ya. Suasanannya tenang gitu, Raline suka," celetuk Raline kala mengamati seisi rumah.
"Emang di rumah abang nggak tenang gitu, Ra?" tanya Nathar merasa cemburu.
"Tenang kalo nggak ada abang."
"Damn, Bro. Emang di elo letak masalahnya, Thar," ledek Melvin membuat mereka kompak tertawa.
"Adik durhaka emang." Nathar yang menjadi bahan tertawaan pun mendengus malas.
"Btw, selamat atas pernikahannya ya, kak Zehra dan Bang Gaffi. Maaf banget pas acara Raline nggak bisa datang, soalnya masih di perantauan. Sebagai permintaan maaf dan kadonya, Raline kasih ini ya buat kalian," ujar sepupu Nathar, Gaffi, dan Shazfa itu seraya menunjukkan dua ekor makhluk berbulu berwarna putih dan hitam.
"Ya ampun, lucunya," gemas Zehra kala Raline memberikan kucing berwarna putih kepadanya.
Saat hendak memberikan kepada Gaffi, Raihan membantu dengan mengambil alih kucing hitam dari kandang dan memberikannya langsung pada sepupu Raline.
"Makasih kak, Rai, udah bantu," kata Raline yang dibalas senyuman.
"Random banget kan kadonya? Semoga lo berdua suka dah. Raline sendiri itu yang milih, ribet banget mesti dia yang beli dan milih katanya," kata Nathar membuat Raline tersipu malu.
"Iya, nih, hehe. Semoga kakak dan abang suka ya, maaf Raline cuma bisa kasih ini. Raline kepikiran aja kayaknya kalo ngasih sepasang kucing buat kak Zehra dan bang Gaffi lucu deh."