42. SIKAP YANG MEMBINGUNGKAN

2.2K 148 301
                                        

Assalamualaikum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Assalamualaikum

Hai semua 👋🏻👋🏻

Minal aidin wal faizin ya, mohon maaf lahir dan batin😻🙏🏻

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

Satu unit mobil berwarna putih memasuki area parkiran Fakultas Agama Islam.

Zehra, si gadis bercadar sekaligus pemilik mobil tersebut turun usai berhasil memarkirkan mobil putihnya di area yang sudah tersedia.

Hari ini merupakan hari dimana Hana dan Gaffi melaksanakan seminar hasil. Tentu Zehra datang, dia kan mau mengucapkan selamat pada istri Nathar.

Bukan hanya ada keperluan dengan Hana saja, tapi Gaffi juga. Zehra ingin memulangkan jas Gaffi beberapa hari lalu.

Maka dari itu dia bersyukur karena jadwal Hana dan Gaffi sama, setidaknya dia punya alasan lain dan tak terkesan datang hanya untuk bertemu Gaffi.

Baru saja dia ingin melangkah meninggalkan mobil, Zehra terusik dengan suara ribut dari mobil yang terparkir tepat di sampingnya. Kedua alisnya mengernyit, Zehra seperti mengenali suara itu.

Dia pun memutuskan untuk memutari mobil dan mendekati sumber keributan tersebut.

"Udah, sini gue bantuin aja. Lo nggak akan mungkin bisa bawa barang sebanyak itu," tawar lelaki yang mengenakan kemeja berwarna coklat susu itu pada seorang gadis berpakaian tertutup di hadapannya.

"Dih, ngeremehin gue lo?! Gue bisa bawa semua ini. Udah, sana pergi, ganggu aja lo!" ketus gadis yang mengenakan gamis berwarna silver lengkap dengan hijab pashminanya.

"Kalian berdua ngapain?" Zehrra membuat dua insan itu terkejut kecil atas kehadirannya. Dua orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Melvin dan Shazfa.

Shazfa dan Melvin ternyata tiba di Parkiran pada waktu yang bersamaan.

Akibat melihat Shazfa yang kebingungan membawa barang bawaan, Melvin pun berinisiatif membantu. Namun sayang, Shazfa menolak dan bersikeras membawa sendiri.

"Ini, Ra, temen lo batu banget dibilangin. Gue mau bantuin tapi dia sok jual mahal," adu Melvin menunjuk Shazfa menggunakan dagunya.

"Kan gue bilang nggak usah ya nggak usah. Lagian gue bisa sendiri!" tolak Shazfa melipat tangan di dada.

"Bisa sendiri dari mana? Ra, lo liat noh, bawaan dia banyak banget."

Melvin benar, bawaan Shazfa hari ini memang banyak. Dua buket bunga berukuran besar dan ditambah dua paper bag yang juga berukuran besar tak mungkin bisa Shazfa bawa sekaligus.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang